GHA Soroti Tantangan Pariwisata Tiga Gili

  • 26 Jan 2026 16:29 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Utara - Kawasan wisata Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air hingga kini masih memegang peranan strategis sebagai motor utama pariwisata Nusa Tenggara Barat. Keberlanjutan pengelolaan destinasi unggulan ini dinilai menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan wisatawan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Ketua Gili Hotel Association (GHA), Lalu Kusnawan, menegaskan bahwa tiga gili masih menjadi destinasi wisata nomor satu di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari daya tarik alam yang kuat serta peran berbagai pihak dalam menjaga ekosistem pariwisata.

“Tidak dapat dipungkiri, Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air sampai hari ini masih menjadi destinasi utama di NTB. Ini harus kita jaga bersama,” ujar Lalu Kusnawan, Senin 26 Januari 2026.

Ia menekankan bahwa keberhasilan tersebut tidak boleh membuat seluruh pemangku kepentingan berpuas diri. Pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat, menurutnya, harus terus menunjukkan komitmen nyata agar pengembangan pariwisata di kawasan tiga gili dapat berjalan secara berkelanjutan.

Kusnawan juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Lombok Utara yang dinilai telah memberikan banyak kontribusi dalam mendukung iklim pariwisata, khususnya melalui peningkatan sarana dan prasarana pendukung.

“Pemkab Lombok Utara sudah banyak membantu, terutama dalam peningkatan fasilitas penunjang pariwisata. Ini tentu sangat kami apresiasi,” katanya.

Meski demikian, ia mengingatkan masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian serius, di antaranya fasilitas kesehatan dan distribusi air bersih yang hingga kini masih menjadi polemik di kawasan tiga gili.

Terkait persoalan air bersih, Kusnawan menyatakan pihaknya menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan. Namun, ia berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku agar tidak berlarut-larut.

“Kami menghormati proses hukum. Tapi harapan kami, ini bisa segera diselesaikan sesuai aturan, karena jika terlalu lama tentu bisa berdampak pada citra pariwisata tiga gili,” jelasnya.

Di akhir pernyataannya, Kusnawan berharap kunjungan wisatawan ke Kabupaten Lombok Utara dapat terus meningkat seiring dengan perbaikan layanan dasar dan penyelesaian berbagai persoalan strategis, sehingga kawasan tiga gili tetap menjadi destinasi unggulan yang berdaya saing dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....