Balai TN Tambora Satukan Promosi Destinasi Lingkar Tambora
- 12 Jul 2026 16:56 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu – Balai Taman Nasional (TN) Tambora mulai mengintensifkan promosi terpadu seluruh destinasi wisata di kawasan lingkar Gunung Tambora. Langkah ini dilakukan agar berbagai objek wisata yang berada di sekitar Tambora tidak lagi dipromosikan secara terpisah, melainkan menjadi satu paket destinasi yang saling mendukung.
Kepala Balai TN Tambora, Abdul Azis Bakry, mengatakan kawasan lingkar Tambora memiliki potensi wisata yang sangat beragam. Selain kawasan Taman Nasional Tambora, terdapat sejumlah destinasi yang dikelola oleh instansi maupun kelompok lain, seperti Pulau Satonda, Wisata Hiu Paus, Serae Nduha, hingga Desa Agrowisata Pancasila.
Menurutnya, seluruh destinasi tersebut memiliki keterkaitan yang dapat menjadi daya tarik wisata unggulan apabila dipromosikan dalam satu kesatuan.
Salah satu bentuk sinergi tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Tambora Jungle Run 2026 yang akan berlangsung pada 30 Agustus mendatang.
Pada kategori “Sea to Summit”, peserta akan memulai perlombaan dari kawasan wisata Serae Nduha sebelum menuju puncak Tambora.
"Sea to Summit menjadi bukti bahwa destinasi wisata di lingkar Tambora dapat dipadukan dalam satu event berskala internasional," kata Abdul Azis Bakry, Minggu, 12 Juli 2026.
Ia menjelaskan, ajang olahraga yang melibatkan pelari profesional dari berbagai daerah dan mancanegara itu diharapkan tidak hanya mengangkat nama Tambora sebagai destinasi pendakian, tetapi juga memberikan dampak positif bagi objek wisata lain yang berada di sekitarnya.
Karena itu, pengelola destinasi wisata di kawasan lingkar Tambora diminta memanfaatkan momentum tersebut dengan memperkuat promosi dan menyiapkan berbagai layanan pendukung bagi wisatawan.
“Salah satu potensi yang dinilai sangat menjanjikan adalah Wisata Hiu Paus,” katanya.
Abdul Azis menilai, lokasi kemunculan hiu paus sebenarnya lebih dekat dijangkau dari wilayah Kabupaten Dompu dibandingkan dari daerah lain.
Dengan jarak tempuh yang lebih singkat, biaya perjalanan menuju lokasi kemunculan hiu paus diperkirakan akan lebih murah sehingga menjadi nilai tambah bagi wisatawan.
Berdasarkan data yang diperoleh Balai TN Tambora, kapal-kapal bagan yang selama ini melayani wisatawan untuk melihat hiu paus dari wilayah Kabupaten Sumbawa ternyata merupakan milik nelayan dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) asal Kabupaten Dompu.
Melalui penyelenggaraan Tambora Jungle Run 2026, wisatawan yang sebelumnya menjadikan Kecamatan Empang sebagai titik keberangkatan menuju lokasi hiu paus diperkirakan akan mulai melirik Kabupaten Dompu sebagai titik awal perjalanan.
Peluang tersebut, menurut Abdul Azis, harus ditangkap oleh pelaku usaha pariwisata di Dompu dengan menyediakan fasilitas penunjang, seperti homestay, penginapan, jasa transportasi, hingga paket wisata yang menghubungkan pendakian Tambora dengan wisata bahari.
Ia optimistis, wisatawan yang telah menyelesaikan pendakian melalui jalur Doroncanga maupun Pancasila akan memiliki minat untuk memperpanjang masa kunjungan apabila tersedia fasilitas yang memadai untuk menikmati pesona hiu paus dari wilayah Kabupaten Dompu.
"Jika seluruh destinasi di lingkar Tambora terhubung dalam satu paket wisata, maka lama tinggal wisatawan akan meningkat dan manfaat ekonominya akan dirasakan lebih luas oleh masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, dalam Tambora Jungle Run 2026, ada tiga mata katagori yang di lombakan.
Untuk pemula, panitia menyediakan katagori 5 K, menengah 10 K dan untuk professional ada 40 K.
Semua katagori akan mengambil start di Pantai Serae Ndhuha dan finish, untuk 5 dan 10 K, di Pos 1 jalur doroncanga, sementara untuk 40 K akan lanjut ke Puncak jalur Doroncanga di ketinggian 2.423 mdpl dan kembali turun ke Pos 1, Sanctuary Rusa Tamna Nasional Tambora.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....