Agroeduwisata SMK PP Negeri Mataram
- 19 Apr 2025 05:13 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: PENDIDIKAN adalah fondasi bagi setiap negara. Berbicara mengenai pentingnya pendidikan bukan hanya sekedar tentang belajar membaca, menulis, atau menghitung. Lebih dari itu, pendidikan adalah alat yang membentuk karakter, mengembangkan keterampilan, dan mendorong pemikiran kritis untuk membangun seorang individu yang mampu berkontribusi dan berkompetisi ditengah-tengah masyarakat. Di Indonesia, pentingnya pendidikan bagi generasi bangsa tidak bisa diremehkan, terutama dalam konteks persaingan global yang semakin ketat.
Kesiapan siswa dalam menghadapi persaingan global dapat diwujudkan melalui pendidikan karakter, pengembangan soft skills, dan kemampuan memecahkan masalah kompleks. Siswa juga perlu memahami budaya dan sudut pandang berbeda.
Secara umum, tujuan pendidikan kejuruan saat ini cenderung fokus pada fungsi tunggal yaitu menyiapkan siswanya untuk bekerja pada bidang tertentu sebagai pekerja/karyawan. Pendidikan kejuruan diharapkan selalu selaras secara simbiosis dengan kebutuhan dunia kerja, namun dalam kenyataannya tidak selalu demikian karena keduanya memiliki dinamika kepentingan yang tidak selalu sama; keduanya juga memiliki pelaku yang hasrat, harkat, dan martabatnya mengalami pasang surut; keduanya juga memiliki sistem yang tidak selalu kompatibel satu dengan lainnya;dan keduanya juga memiliki kultur yang tidak mudah disatukan.
Peran SMK sangat dibutuhkan dalam mencari upaya agar siswa dapat menemukan jati diri agar dapat mempersiapkan kerja. SMK juga harus mampu menciptakan ruang praktik dalam meningkatkan soft skills siswanya. Disamping itu juga, SMK harus mampu berkolaborasi dengan dunia kerja/dunia industri dalam memudahkan koneksi alumninya siap bekerja.
SMK PP Negeri Mataram sebagai salah satu SMK yang ada di Nusa Tenggara Barat merupakan lembaga pendidikan formal Tingkat Menengah, yang diharapkan mampu untuk menyiapkan dan menghasilkan tenaga teknis tingkat terampil, inovatif, produktif, berwawasan global, beriman dan berdaya saing untuk mengisi kebutuhan pasar kerja maupun untuk mandiri di sektor pertanian sesuai tuntutan dan kebutuhan global.
Salah satu program yang selaras dengan peran tersebut tentu dengan membuat program alternatif berupa Agroeduwisata. Agroeduwisata adalah program pengembangan komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi, dengan pendekatan inovasi pertanian. Konsep Agroeduwisata menggabungkan pertanian dan pariwisata untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Konsep ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pertanian dan keberlanjutan lingkungan.
Hal ini selaras dengan visi dan misi bersama Wakil Gubernur NTB untuk masa bakti 2025-2030. Visi yang diusung adalah "NTB Makmur Mendunia", yang didukung oleh tujuh misi utama, sepuluh program unggulan, dan tiga isu prioritas yang menjadi perhatian utama, yaitu pengentasan kemiskinan ekstrem, penguatan ketahanan pangan, serta menjadikan NTB sebagai destinasi wisata kelas dunia.kemiskinan ekstrem, penguatan ketahanan pangan, serta menjadikan NTB sebagai destinasi wisata kelas dunia.
Tulisan ini mencoba memaparkan strategi yang tepat dalam mewujudkan NTB Makmur Mendunia melalui pengembangan Agroeduwisata di SMK PP Negeri Mataram.
PENGEMBANGAN Agroeduwisata SMK PP Negeri Mataram
Pulau Lombok memiliki beragam pesona dan daya tarik wisata yang tersebar di lima kabupaten yang ada di Lombok, sehingga menjadikan Pulau Lombok sebagai salah satu tujuan destinasi wisatawan domestik maupun mancanegara. Sektor pariwisata memiliki kekuatan besar dan keterikatan dengan berbagai sektor lainnya salah satunya sektor pertanian. Demikian juga dengan keberadaan SMK yang menyiapkan SDM siap kerja. Berkembangnya agroeduwisata di lingkungan sekolah akan menciptakan sistem pertanian yang mendasari kelestarian lingkungan dengan didukung oleh pariwisata. Namun, hubungan antara sekolah, pariwisata, dan pertanian diibaratkan sebagai sebuah paradoks.
| Baca juga: Rekam Jejak Sang Ibu Diplomasi |
Kesenjangan antara SMK, industri pariwisata dan pertanian di Lombok sangat dirasakan dengan adanya ketidakseimbangan pemanfaatan siswa untuk pengembangan pertanian, pemanfaatan lahan pertanian untuk kepentingan pariwisata. Sehingga kita harus dihadapkan dengan pilihan antara mengembangkan sektor Pendidikan dan pertanian atau mengembangkan pariwisata dan mengikis lahan pertanian ataupun sebaliknya. Melihat hal tersebut, diperlukan tindakan yang bijak dan tepat dengan mengembangkan kombinasi antara Pendidikan, pariwisata dan pertanian yakni dengan membentuk kegiatan agroeduwisata. Selain itu, melalui integrasi antara Pendidikan, pariwisata dan pertanian, diharapkan sektor pariwisata yang akan dilakukan tidak membuat pertanian terpinggirkan, namun mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat di kawasan agroeduwisata.
Konsep agroeduwisata merupakan perpaduan antara edukasi dan agrowisata, yaitu menyajikan pengalaman belajar bagi wisatawan yang berkunjung menikmati suasana wisata di daerah pertanian sehingga wisatawan memperoleh nilai tambah dalam berwisata.
Pengembangan kawasan agroeduwisata oleh SMK PP Negeri Mataram ini telah di kembangkan di tiga lokasi yang dimiliki oleh SMK PP Negeri Mataram. Lahan pertama berada dilingkungan sekolah Desa Labuapi seluas ± 3 Ha, lahan tersebut telah dikembangkan program edukasi berupa urban farming, perbenihan, kultur jaringan, pengelolaan pupuk organik, mesin pertanian, pengolahan hasil pertanian, ikan hias dan aneka unggas; lahan kedua, tepatnya di lahan Sigerongan. Luas Lahan Sigerongan SMK PP Negeri Mataram ini sekitar ± 3 Ha, dimana pada lahan tersebut menjadi lokasi dikembangkannya program edukasi pertanian yang mencakup pembibitan, pembenihan, budidaya hortikultura, peternakan, dan perikanan dalam satu Kawasan; lahan ketiga di Dusun Longseran Desa Langko Kecamatan Lingsar dengan luas ± 7 Ha dimanfaatkan untuk pengembangan tanaman perkebunan antara lain kelapa, kopi, kakao, pisang, durian, nira, nanas, manga, rambutan, manggis, dan kemiri. Pengembangan agroeduwisata dapat dimaksimalkan dengan memanfaatkan berbagai potensi lokal sekitar tapak.
Dalam pengembangan Agroeduwisata SMK PP Negeri Mataram ada beberapa langkah-langkah yang akan dilakukan :
1. Perlu mengadakan promosi yang massif, lebih unik dan menarik untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, melestarikan keunikan berbagai komodiitas pertanian, perkebunan, dan peternakan agar mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar, dapat dijadikan sebagai wisata rekreasi dan edukasi, membuat tempat-tempat foto selfie yang dilengkapi dengan berbagai hiasan yang menarik.
2. Memperluas area parkir untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan, melakukan kerjasama dengan pemerintah desa dalam penyediaan fasilitas tambahan untuk meningkatkan mutu pelayanan wisata, melakukan perbaikan serta terus meningkatkan pembangunan sarana dan fasilitas yang baik untuk memberikan kenyamanan bagi para wisatawan mencapai lokasi objek Agroeduwisata.
3. Bekerja sama membuat paket tour wisata dengan objek wisata sekitar membentuk media sosial dan aktif melakukan promosi di dalamnya, membuat papan tanda peringatan untuk menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan Agroeduwisata.
4. Membangun sarana dan fasilitas pendukung bagi wisatawan demi keberlangsungan agroeduwisata, menata akses jalan menuju objek Agroeduwisata serta membuat tanda petunjuk jalan dan penerangan jalan, serta menyusun SOP Objek Agroeduwisata.
Berbagai langkah tersebut merupakan hasil analisis yang dilakukan secara mini riset dengan pendekatan analisis SWOT. Jika keberadaan Agroeduwisata SMK PP Negeri Mataram berkelanjutan dan pengembangannya terstruktur maka akan terus dapat mendukung Visi Gubernur “NTB Makmur Mendunia”.
OLEH/PENULIS: Sugiarta, Mahasiswa Program Doktoral Pertanian Berkelanjutan Universitas Mataram.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....