Dasker FC Juara, Turnamen Sukadana Resmi Ditutup
- 29 Jul 2025 11:01 WIB
- Mataram
KBRN, Lombok Utara: Sorak sorai warga Desa Sukadana pecah saat Dasker FC memastikan kemenangan atas RBK FC lewat adu penalti dramatis dengan skor 3-2, Kamis (24/7). Final ini sekaligus menutup rangkaian Turnamen Perang Bintang Kades Sukadana Cup 2025, yang sempat tertunda karena insiden beberapa minggu lalu.
Lapangan Umum Desa Sukadana mendadak jadi lautan manusia. Tak hanya warga lokal, tapi juga hadir Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, Ketua Askab PSSI KLU H. Raden Nuna Abriadi, Camat Bayan, Muspika, hingga tokoh adat. Tapi lebih dari kehadiran pejabat, sorotan utama tetap tertuju pada permainan para pemain muda yang tampil all out di lapangan.
Wabup Kus yang hadir di tengah riuh penonton tidak banyak berbasa-basi. Ia menyoroti pentingnya menjaga sportivitas dan menahan fanatisme berlebihan dalam sepak bola desa.
| Baca juga: Piala Dunia dan Transmisi Radio Bola |
"Menang kalah itu biasa. Yang luar biasa itu kalau bisa bermain dengan tertib dan menjunjung tinggi sportivitas," ujarnya kepada para penonton yang masih euforia.
Turnamen ini sendiri sempat dihentikan sementara akibat ketegangan yang muncul di tengah laga. Tapi berkat kolaborasi panitia, aparat keamanan, dan pemerintah desa, pertandingan bisa dilanjutkan dan ditutup dengan penuh semangat positif.
Ketua Askab PSSI KLU, Raden Nuna Abriadi, menyebut Sukadana sudah memberikan suguhan menarik dalam edisi turnamen tahun ini. Ia juga memberi bocoran soal agenda berikutnya.
"Bulan Agustus, kita siapkan dua turnamen besar di Bayan: Loloan dan Akar-Akar. Satu lagi di Gangga. Semangat sepak bola di Lombok Utara sedang membara," katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Sukadana, Zul Rahman, tak menutupi bahwa turnamen ini bukan sekadar ajang olahraga. Ada misi lebih besar: menggerakkan ekonomi warga dan mencari talenta muda dari akar rumput.
“Turnamen ini bukan hanya soal piala. Ini juga tentang UMKM, warung-warung yang laku, serta anak-anak muda yang dapat panggung untuk unjuk gigi,” ucapnya.
Turnamen ditutup dengan pemberian penghargaan kepada pencetak gol terbanyak, kiper terbaik, dan pemain terbaik. Namun, malam itu, panggung utama tetap milik Dasker FC—juara baru yang tak hanya menang adu penalti, tapi juga mencuri hati para penonton.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....