Kemenag Mataram Perkuat Pengawasan 30 Ponpes Cegah Kekerasan
- 07 Okt 2026 11:18 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID.Mataram–Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram memperkuat langkah pencegahan kekerasan seksual dengan meningkatkan pengawasan terhadap 30 pondok pesantren (ponpes) di wilayah setempat. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan lingkungan pendidikan keagamaan tetap aman sekaligus mendorong keterbukaan dalam menangani setiap potensi persoalan yang melibatkan santri.
Kepala Kemenag Kota Mataram Hamdun mengatakan, kondisi seluruh ponpes saat ini masih aman dan kondusif. Namun, pengawasan tetap diperketat sebagai langkah antisipasi menyusul maraknya informasi mengenai kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan keagamaan.
“Alhamdulillah, sampai hari ini kondisi pondok pesantren kita di Kota Mataram masih terkontrol, aman, dan kondusif,” katanya.Rabu 7 Oktober 2026.
Dari 30 ponpes tersebut, dua di antaranya tidak menerapkan sistem asrama sehingga seluruh santrinya berstatus non-mukim. Untuk memperkuat pencegahan, Kemenag telah membentuk Satgas Anti-Kekerasan melalui Seksi Pendidikan Agama Islam dan Keagamaan (Pakis) yang secara berkala turun ke ponpes dan madrasah untuk memberikan sosialisasi serta pendampingan kepada santri.
Hamdun mengatakan, Kemenag juga membuka ruang pengaduan agar santri yang menghadapi persoalan tidak takut untuk melapor. Selain menyediakan kotak pengaduan di sekolah, santri dapat menyampaikan laporan secara langsung melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kantor Kemenag Kota Mataram.
“Kalau santri ada masalah dan takut di pondok, silakan datang ke kantor untuk pengaduan di PTSP. Nanti satgas kita yang langsung turun,” ujarnya.
Ke depan, Kemenag Mataram menyiapkan pembentukan Satgas Anti-Kekerasan lintas sektor yang melibatkan kepolisian, Lembaga Perlindungan Anak (LPA), dan Dinas Kesehatan setelah regulasi tingkat provinsi diterbitkan. Hamdun menegaskan, pembinaan akan terus diarahkan untuk membangun budaya pesantren yang terbuka sehingga setiap persoalan dapat segera diketahui dan ditangani.
“Ponpes yang tidak bermasalah itu biasanya terbuka, tidak ada yang ditutupi. Kita usahakan untuk terus kontrol dan monitor agar mereka lebih terbuka,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....