NTP NTB September 2026 Turun 0,80 Persen Menjadi 128,63
- 01 Okt 2026 15:42 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) NTB pada September 2026 sebesar 128,63, atau mengalami penurunan 0,80 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Kepala BPS Provinsi NTB, Dr. Drs. Wahyudin, menjelaskan, NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat kemampuan atau daya beli petani di wilayah perdesaan. NTP juga menggambarkan daya tukar produk pertanian terhadap barang dan jasa yang dikonsumsi maupun digunakan untuk biaya produksi.
“Penurunan NTP pada September 2026 dipengaruhi oleh turunnya Indeks Harga yang Diterima Petani atau It sebesar 0,79 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani atau Ib justru mengalami kenaikan sebesar 0,01 persen,” kata Wahyudin, Kamis 1 Oktober 2026.
BPS mencatat, NTP berada di atas angka 100 pada lima subsektor. NTP subsektor tanaman pangan tercatat 126,59, hortikultura 175,39, tanaman perkebunan rakyat 112,33, peternakan 118,99, dan perikanan 112,80.
Di sisi lain, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di NTB pada September 2026 mengalami kenaikan 0,05 persen.
Kenaikan IKRT tersebut dipengaruhi meningkatnya indeks pada sejumlah kelompok pengeluaran, yakni makanan, minuman dan tembakau; pakaian dan alas kaki; perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga; serta perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga.
Kenaikan juga terjadi pada kelompok kesehatan; transportasi; rekreasi, olahraga dan budaya; serta penyediaan makanan dan minuman/restoran.
Sementara itu, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi NTB pada September 2026 tercatat sebesar 132,72, atau turun 0,74 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Wahyudin mengatakan, perkembangan NTP dan NTUP menjadi indikator penting untuk melihat perubahan daya tukar serta kondisi ekonomi rumah tangga petani di NTB.
Dengan NTP sebesar 128,63, nilai tukar petani NTB pada September masih berada di atas angka 100, meski secara bulanan mengalami penurunan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....