Gapasdap Siapkan 18 Kapal Hadapi Lonjakan Penonton MotoGP di Pelabuhan Lembar
- 06 Okt 2026 14:40 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Pelabuhan Penyeberangan Lembar menyiapkan 18 kapal untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan usai MotoGP 2026 di Mandalika yang dijadwalkan pada 11 Oktober 2026.
- Persiapan melibatkan kolaborasi antara DPC Gapasdap Lembar, PT ASDP Indonesia Ferry, KSOP, dan Dinas Perhubungan Provinsi NTB untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan di lintasan penyeberangan.
- Kesiapan infrastruktur transportasi laut menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran logistik wisatawan dan pengunjung selama acara olahraga internasional berlangsung.
RRI.CO.ID, Lombok Barat — Pelabuhan Penyeberangan Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, bersiap menghadapi lonjakan arus penumpang dan kendaraan setelah gelaran MotoGP 2026 di Mandalika. Sebanyak 18 kapal disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan, terutama saat ribuan penonton bergerak meninggalkan Lombok pada 11 Oktober 2026.
Kesiapan tersebut dilakukan oleh DPC Gapasdap Lembar bersama sejumlah pihak terkait, termasuk PT ASDP Indonesia Ferry, KSOP, dan Dinas Perhubungan Provinsi NTB. Langkah ini menjadi bagian dari antisipasi terhadap potensi penumpukan kendaraan di lintasan Lembar–Padang Bai maupun arah sebaliknya.
Ketua DPC Gapasdap Lombok Barat, Firman Dandy, mengatakan kesiapan armada menjadi salah satu fokus utama menghadapi periode puncak arus MotoGP tahun ini.
"Untuk kesiapan MotoGP 2026, dari total 25 kapal yang beroperasi di lintasan Lembar–Padang Bai, sebanyak 18 kapal kami siapkan untuk beroperasi pada periode 9 sampai 11 Oktober," ujarnya, Selasa 6 Oktober 2026.
Menurut Firman, tujuh kapal lainnya masih menjalani docking dan perawatan. Dengan demikian, armada yang tersedia untuk melayani pergerakan penumpang dan kendaraan selama periode tersebut berjumlah 18 kapal.
Kesiapan itu tidak terlepas dari evaluasi pelaksanaan MotoGP sebelumnya. Berdasarkan data tahun lalu, arus penumpang mengalami pertumbuhan sekitar 13 persen dibandingkan 2024. Sementara itu, pergerakan kendaraan meningkat lebih tinggi, yakni sekitar 23 persen pada lintasan Padang Bai–Lembar maupun sebaliknya.
"Melihat tren tahun sebelumnya, kami memperkirakan tahun ini juga terjadi peningkatan. Karena itu, kami melakukan koordinasi dengan PT ASDP, KSOP dan Dinas Perhubungan Provinsi NTB untuk memastikan pelayanan tetap berjalan," katanya.
DLU bersama pengelola lintasan juga telah menyiapkan tiga pola operasi untuk menghadapi perubahan kepadatan. Skenario tersebut dirancang berdasarkan tingkat pergerakan penumpang dan kendaraan, khususnya setelah balapan MotoGP berakhir.
Pada kondisi normal, sebanyak 13 kapal akan dioperasikan selama 24 jam. Apabila terjadi peningkatan arus atau kondisi padat, jumlah armada akan dinaikkan menjadi 15 kapal dalam periode operasi yang sama.
Sementara skenario dengan tingkat kepadatan tertinggi disiapkan untuk 11 Oktober 2026, bertepatan dengan arus balik penonton setelah rangkaian MotoGP selesai.
"Yang menjadi perhatian utama adalah saat bubaran MotoGP pada 11 Oktober. Seluruh penonton dan pengunjung yang datang dari Jawa maupun Bali tentunya akan kembali, sehingga potensi bottleneck di pelabuhan harus kami antisipasi sejak awal," ucapnya.
Dalam skenario sangat padat, seluruh 18 kapal yang tersedia akan dioperasikan selama 24 jam. Pola tersebut diharapkan mampu mempercepat pergerakan kendaraan dan mengurai antrean yang berpotensi mengular di kawasan Pelabuhan Lembar.
"Kami memprediksi ada peningkatan sekitar 10 sampai 15 persen untuk arus penumpang dan kendaraan tahun ini. Karena itu, pada skenario sangat padat, 18 kapal akan standby dan beroperasi selama 24 jam," katanya.
Dengan pola operasi tersebut, DLU menargetkan pelayanan kapal dapat tersedia secara berkala untuk mempercepat pengangkutan penumpang dan kendaraan menuju Padang Bai. Strategi ini sekaligus menjadi langkah antisipasi agar kepadatan pasca-MotoGP tidak berkembang menjadi antrean panjang di kawasan pelabuhan.
"Setidaknya dalam satu jam selalu ada kapal yang beroperasi untuk membantu memecah antrean dan kepadatan dari Pelabuhan Lembar menuju Padang Bai," katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....