Karhutla di Desa Diha Bima, Satu Hektare Lahan Jati Terbakar

  • 02 Okt 2026 18:29 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Bima - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Kali ini, kebakaran melanda lahan milik H. Jahdian di RT 03/RW 02, Desa Diha, Kecamatan Belo.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bima, Abdul Muis mengatakan kebakaran tersebut diperkirakan menghanguskan sekitar satu hektare lahan.

"Informasi awal yang kami terima, kebakaran terjadi di lahan milik warga dan api kemudian merambat hingga mendekati permukiman. Warga yang mengetahui kejadian langsung berupaya melakukan pemadaman dan melaporkannya kepada petugas," kata Abdul Muis, Jumat 2 Oktober 2026.

Berdasarkan laporan sementara Pusdalops BPBD Kabupaten Bima, kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran lahan atau kawasan hutan jati oleh warga. Namun, penyebab tersebut masih berupa dugaan awal berdasarkan informasi yang diterima petugas di lapangan.

Setelah menerima laporan masyarakat, personel piket Pemadam Kebakaran (Damkar) Kecamatan Belo langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

Petugas bersama masyarakat kemudian berjibaku memadamkan kobaran api agar tidak semakin meluas dan menjalar ke kawasan permukiman warga.

Upaya pemadaman akhirnya berhasil dilakukan. Berdasarkan kondisi terakhir yang dilaporkan BPBD Kabupaten Bima, api telah berhasil dipadamkan secara total.

Tidak ada korban jiwa maupun laporan korban luka dalam peristiwa tersebut.

Abdul Muis mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Kondisi lahan yang kering membuat api dari aktivitas pembakaran mudah merambat dan sulit dikendalikan apabila tidak segera ditangani.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan. Percikan api kecil dalam kondisi cuaca kering dapat dengan cepat memicu kebakaran yang lebih besar," ujarnya.

Selain ancaman karhutla, BPBD juga mengingatkan masyarakat mengenai potensi kebakaran permukiman akibat penggunaan listrik secara berlebihan.

Masyarakat diminta menghindari beban listrik berlebih serta memastikan peralatan elektronik tidak digunakan secara terus-menerus tanpa pengawasan, terutama dalam kondisi cuaca panas dan kering.

BPBD Kabupaten Bima bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, TNI dan Polri terus melakukan koordinasi serta pemantauan terhadap wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran.

Abdul Muis juga meminta masyarakat segera melapor apabila melihat titik api atau mengetahui adanya kebakaran agar petugas dapat melakukan penanganan secepat mungkin.

"Kecepatan laporan sangat penting. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula petugas dapat bergerak untuk mencegah api meluas," katanya.

BPBD Kabupaten Bima mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap berbagai potensi bencana hidrometeorologi selama musim kemarau, termasuk kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....