DLH Mataram Perkuat Pengolahan Sampah Organik dengan Dana Insentif
- 30 Sep 2026 20:45 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram–Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram memanfaatkan dana insentif pemerintah pusat sebesar Rp2 miliar untuk memperkuat pengelolaan sampah dan lingkungan, terutama pengolahan sampah organik melalui Program Tempah Dedoro. Langkah ini diarahkan untuk mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan kompos yang dapat dimanfaatkan kembali.
Kepala DLH Kota Mataram H.Nizar Denny Cahyadi mengatakan, dari total insentif tersebut, Rp1,4 miliar dialokasikan untuk pengadaan dump truck bagi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), sedangkan Rp600 juta menjadi bagian DLH.
"Dana tersebut antara lain digunakan untuk membangun sekitar 83 unit Tempah Dedoro dengan anggaran Rp150 juta, melengkapi sekitar 1.300 titik yang saat ini telah tersebar di Kota Mataram," kata Denny, Rabu 30 September 2026.
Menurutnya, pengembangan Tempah Dedoro ditargetkan terus diperluas hingga mencapai 8.000 titik atau sedikitnya 25 titik di setiap lingkungan. Sistem ini dinilai mampu mengurangi sampah organik sekitar 4-5 ton per hari, dengan proses pengomposan hingga matang yang membutuhkan waktu sekitar lima bulan untuk setiap titik.
"Ketika kompos di Tempah Dedoro sudah penuh, kami siap angkut dan salurkan ke kebun cabai yang dikembangkan Dinas," kata Denny.
Untuk mendukung proses tersebut, DLH juga mengalokasikan sekitar Rp350 juta untuk satu mobil pikap pengangkut kompos, terutama dari titik pengolahan yang berada di kawasan permukiman warga, serta merencanakan penyediaan cairan EM4 guna mempercepat penguraian sampah organik.
Selain pengelolaan sampah, sekitar Rp100 juta dari dana insentif tersebut disiapkan untuk merevitalisasi taman pasif di kawasan Perempatan Dasan Cermen. Dengan pemanfaatan dana secara terpadu.
"Kami berharap insentif pemerintah pusat dapat memperkuat sarana pengelolaan sampah," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....