Tak Sekadar Bibit, Bantuan Kakao Lombok Utara juga Menanggung Upah Tanam

  • 30 Sep 2026 11:32 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Utara - Petani di sejumlah wilayah Kabupaten Lombok Utara akan mendapat dukungan lengkap dalam program perluasan tanaman kakao seluas 225 hektare yang disetujui Kementerian Pertanian tahun 2026.

Bantuan tersebut tidak hanya berupa bibit, tetapi juga mencakup pupuk, obat-obatan pertanian, hingga biaya tenaga kerja atau upah tanam.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Lombok Utara, Tresnahadi, mengatakan bantuan tersebut akan diberikan kepada kelompok tani penerima yang tersebar di seluruh kecamatan di Lombok Utara.

“Bantuan yang diberikan untuk perluasan kakao seluas 225 hektare yang tersebar di beberapa kelompok tani di seluruh kecamatan di KLU,” kata Tresnahadi, 29 September 2026.

Program tersebut merupakan bagian dari dukungan Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan setelah usulan perluasan kakao yang diajukan Pemkab Lombok Utara disetujui pemerintah pusat.

Kesepakatan kerja sama bantuan sarana dan prasarana kakao tahun 2026 telah ditandatangani dalam kegiatan di IPB International Convention Center, Bogor.

Menurut Tresnahadi, pola bantuan yang diberikan dirancang untuk mendukung petani sejak tahap awal penanaman. Bibit menjadi salah satu komponen utama, kemudian dilengkapi dengan pupuk dan obat-obatan pertanian.

Petani yang terlibat juga mendapatkan dukungan biaya tenaga kerja atau upah tanam. Dengan demikian, pelaksanaan perluasan tanaman tidak sepenuhnya dibebankan kepada kelompok tani penerima.

“Tujuan utama pembangunan pertanian adalah meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Tresnahadi mengatakan program tersebut penting untuk memperluas basis produksi kakao di Lombok Utara. Saat ini, daerah tersebut telah memiliki areal tanaman kakao sekitar 5.000 hektare.

Penambahan 225 hektare diharapkan dapat memperbesar potensi produksi kakao sekaligus membuka ruang bagi lebih banyak kelompok tani untuk mengembangkan komoditas perkebunan tersebut.

Namun, menurut dia, pengembangan perkebunan di Lombok Utara tidak berhenti pada kakao. Pemkab juga mengusulkan bantuan pengembangan kopi dan peremajaan tanaman jambu mete kepada pemerintah pusat.

Untuk jambu mete, program peremajaan diarahkan terutama ke wilayah lahan kering, termasuk Kecamatan Kayangan. Tanaman mete di sejumlah kawasan dinilai telah berusia tua sehingga produktivitasnya menurun.

“Mete kita sudah banyak yang berumur tua dan tidak produktif lagi sehingga perlu diremajakan. Mudah-mudahan awal tahun depan program peremajaan mete dan bantuan kopi bisa mulai dilaksanakan,” jelasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....