Konektivitas Transportasi Wisata di Lombok Timur Mulai Diperkuat
- 29 Sep 2026 18:11 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus mendorong penguatan konektivitas transportasi menuju sejumlah destinasi pariwisata. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung perkembangan sektor pariwisata sekaligus memberikan kemudahan bagi wisatawan dan masyarakat dalam mengakses berbagai kawasan wisata.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Timur, Muhamad Tohri Habibi, mengatakan konektivitas pariwisata di Lombok Timur maupun Pulau Lombok secara umum masih belum terintegrasi secara maksimal. Dikatakannya kondisi tersebut menyebabkan sejumlah potensi wisata belum dapat terhubung secara optimal sehingga turut memengaruhi perkembangan sektor pariwisata.
Karena itu, pemerintah terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi NTB untuk memperkuat jaringan transportasi antardestinasi.
“Konektivitas transportasi pariwisata ini masih perlu terus diperkuat, karena masih ada sejumlah destinasi yang belum terhubung secara optimal,” ujar Tohri, Selasa, 29 September 20206
Salah satu langkah yang telah berjalan adalah pengoperasian angkutan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Layanan tersebut menghubungkan sejumlah titik pariwisata di Kota Mataram, Lombok Tengah hingga Lombok Timur.
Tohri menilai keberadaan angkutan KSPN menjadi langkah awal dalam membangun konektivitas transportasi pariwisata yang lebih luas. Meskipun saat ini baru melayani beberapa jalur, layanan tersebut dinilai telah membuka akses transportasi antarkawasan wisata di Pulau Lombok.
Untuk rute yang berkaitan dengan Lombok Timur, konektivitas tersebut antara lain menghubungkan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) menuju Kuta, kemudian menyusuri jalur selatan hingga Keruak, Kayangan, Labuhan Lombok, kawasan pantai timur dan Sembalun.
"Angkutan KSPN ini menjadi salah satu langkah awal untuk membuka konektivitas antarkawasan wisata, termasuk menuju sejumlah destinasi yang ada di Lombok Timur,” katanya.
Selain jalur tersebut, terdapat konektivitas dari Mataram menuju Lombok Utara hingga Sembalun melalui jalur utara. Jalur dari kawasan Lembar menuju Mandalika juga menjadi bagian dari jaringan transportasi yang menghubungkan sejumlah destinasi pariwisata di Pulau Lombok.
Di tingkat kabupaten, Dinas Perhubungan Lombok Timur juga telah menyusun rancangan transportasi yang diharapkan dapat menghubungkan titik-titik wisata di dalam wilayah Lombok Timur. Rancangan tersebut tidak hanya ditujukan bagi wisatawan, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat secara umum.
Rencana tersebut diharapkan mulai dapat dioperasikan pada 2027 yang diharapkan mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi NTB dan Kementerian Perhubungan agar rencana pengembangan transportasi tersebut dapat direalisasikan. Dari sisi tarif, Tohri menjelaskan bahwa angkutan KSPN menggunakan skema subsidi sehingga masyarakat dan wisatawan dapat memperoleh layanan dengan biaya yang relatif terjangkau.
"Sebagai gambaran, tarif perjalanan dari bandara menuju Sembalun saat ini berada di kisaran Rp22 ribu. Dengan adanya subsidi, tarif angkutan bisa lebih terjangkau sehingga masyarakat maupun wisatawan memiliki pilihan transportasi umum untuk menuju kawasan wisata,” katanya.
Ketersediaan transportasi umum dengan tarif terjangkau diharapkan dapat mendorong wisatawan memilih angkutan umum dibandingkan kendaraan pribadi maupun layanan kendaraan sewa, sekaligus membantu mengurangi beban biaya perjalanan.
Namun, pemerintah tidak akan mengambil alih seluruh kebutuhan transportasi di kawasan wisata. Tohri menyebutkan, transportasi pemerintah akan berperan sebagai angkutan utama yang menghubungkan titik-titik tertentu, sementara konektivitas dari titik tersebut menuju objek wisata lainnya dapat dikembangkan oleh masyarakat dan pelaku usaha lokal.
Pola tersebut dinilai dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk terlibat dalam sektor transportasi wisata, seperti melalui angkutan lokal maupun jasa ojek. Dengan demikian, transportasi umum pemerintah dan transportasi lokal masyarakat dapat saling melengkapi.
“Angkutan pemerintah tidak dimaksudkan untuk mengambil seluruh ruang transportasi lokal. Justru dari titik pemberhentian KSPN, masyarakat dapat mengambil peran untuk mengantar wisatawan menuju destinasi yang ada di sekitarnya,” ungkap Tohri.
Dinas Perhubungan Lombok Timur juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Sosialisasi dilakukan di tingkat kecamatan dan selanjutnya diarahkan ke desa-desa yang memiliki potensi wisata, termasuk melalui pemanfaatan media sosial.
Terkait potensi persaingan antara transportasi umum dan transportasi lokal, Tohri menjelaskan bahwa angkutan KSPN memiliki trayek tertentu sehingga tidak beroperasi secara bebas seperti taksi atau kendaraan berbasis aplikasi. Angkutan KSPN akan berhenti pada titik-titik yang telah ditentukan, seperti terminal atau lokasi tertentu.
Dari titik tersebut, wisatawan dapat menggunakan transportasi lokal untuk menuju objek-objek wisata yang berada di sekitarnya. Dari pola tersebut diharapkan dapat mencegah terjadinya persaingan langsung dengan pelaku transportasi lokal sekaligus menciptakan pembagian peran antara angkutan antarkawasan dan transportasi di dalam kawasan wisata.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....