Buka MTQ ke-11 Gangga, Wabup Kus Tekankan Pentingnya Generasi Qur’ani
- 29 Sep 2026 18:14 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Utara-Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri mendorong pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tidak berhenti pada kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi menjadi ruang pembentukan generasi muda yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut disampaikan Kusmalahadi saat membuka MTQ ke-11 tingkat Kecamatan Gangga Tahun 2026 di Halaman Kantor Camat Gangga, Lombok Utara, Minggu 27 September 2026.
Menurutnya, MTQ merupakan bagian dari upaya membumikan Al-Qur’an sekaligus menyiapkan generasi penerus yang memiliki kemampuan keagamaan, etika, dan akhlak yang baik.
“Kita ingin melihat dari MTQ ini lahir generasi-generasi muda yang Qur’ani, yang bisa kita andalkan ke depan untuk melanjutkan estafet kepemimpinan, baik di desa, kecamatan, maupun di kabupaten,” kata Kusmalahadi.
Ia menilai kemampuan membaca Al-Qur’an perlu diiringi dengan pemahaman terhadap makna dan kandungannya. Dengan demikian, prestasi yang diraih dalam MTQ tidak hanya terlihat dari kemampuan peserta di atas panggung, tetapi juga tercermin melalui perilaku mereka di tengah masyarakat.
Kusmalahadi juga menyoroti pentingnya pembinaan etika dan adab generasi muda yang menurutnya perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak.
Ia mengajak orang tua, pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat untuk menanamkan cita-cita besar kepada anak-anak sejak dini, termasuk mendorong mereka menjadi pemimpin di tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten.
“Generasi kita ini benar-benar harus diperhatikan betul-betul. Dari sinilah lahir qori-qoriah kita yang akan bertanding tidak hanya sampai tingkat kabupaten, tapi harus jauh lebih dari itu, dari provinsi, kalau bisa tingkat nasional,” ujarnya.
MTQ ke-11 Kecamatan Gangga diikuti 204 peserta dari delapan desa. Sebanyak sembilan mata lomba dipertandingkan dalam kegiatan tersebut.
Kusmalahadi berharap pelaksanaan MTQ mampu melahirkan bibit-bibit qori dan qoriah yang dapat terus dibina untuk mengikuti kompetisi pada jenjang yang lebih tinggi.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan MTQ tidak semata-mata ditentukan oleh siapa yang menjadi juara. Menurutnya, kecintaan terhadap Al-Qur’an dan pengamalan nilai-nilainya merupakan tujuan yang lebih utama.
“Menang-kalah itu hal yang biasa, yang utama adalah kecintaan kita kepada Al-Qur’an,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....