Kemiri dan Vanili NTB Tembus Pasar Jepang-Amerika Serikat
- 25 Sep 2026 06:59 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Vanili organik NTB diekspor ke Amerika Serikat dan kemiri dikirim ke Jepang sebagai bagian dari upaya memperluas pasar komoditas daerah.
- Pemprov NTB bersama Kementerian Keuangan memperkuat hilirisasi kemiri dari produksi hingga produk turunan agar ekspor memberi nilai tambah lebih besar bagi daerah.
RRI.CO.ID, Mataram - Komoditas unggulan Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai menembus pasar global. Vanili organik NTB diekspor ke Amerika Serikat, sedangkan kemiri dikirim ke Jepang.
Pelepasan ekspor tersebut dilakukan bersamaan dengan peluncuran program penguatan komoditas desa dalam Joint Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan 2026 di halaman Kantor Gubernur NTB, Kamis, 24 September 2026.
Program itu difokuskan untuk membangun rantai nilai kemiri dari hulu hingga hilir. Penguatan mencakup kapasitas petani, produksi, pascapanen, infrastruktur, energi surya, pengembangan produk turunan hingga akses pasar global.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan pengembangan komoditas ekspor menjadi bagian dari strategi NTB melakukan diversifikasi ekonomi.
"Pemilihan komoditas dari NTB untuk didorong masuk ke pasar global dan pasar ekspor sangat sejalan dengan strategi kami di NTB saat ini. Kami sedang dalam proses melakukan diversifikasi ekonomi," kata Iqbal.
Iqbal menyebut NTB tidak bisa hanya mengandalkan sektor pertambangan yang pertumbuhannya cenderung fluktuatif. Pertanian, pariwisata, dan agroindustri dinilai memiliki peluang besar menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Menurutnya, kemiri, vanili, kakao, dan kopi merupakan sejumlah komoditas NTB yang berpeluang dikembangkan untuk pasar internasional. Tantangannya adalah meningkatkan produksi sekaligus memastikan kualitas, nilai tambah, dan keberlanjutan pasokan.
Khusus kemiri, Iqbal mendorong agar komoditas tersebut tidak berhenti dijual sebagai bahan mentah. Produk kemiri perlu dikembangkan menjadi produk turunan agar nilai ekonominya lebih banyak dinikmati di daerah.
"Harapan kita program ini bukan menjadi yang pertama sekaligus yang terakhir. Ini baru kick off. Setelah ini mari kita dalami bersama. Kami di NTB siap menjadi pilot project," ujarnya.
Staf Ahli Bidang Penerimaan Negara Kementerian Keuangan Dwi Teguh Wibowo mengatakan pengembangan komoditas daerah merupakan bagian dari upaya memperluas sumber pertumbuhan ekonomi nasional.
"Daerah adalah mesin pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah pusat berperan sebagai enabler, yang memastikan mesin pertumbuhan di daerah dapat bergerak lebih cepat dan bekerja lebih efisien," katanya.
Dwi menegaskan program TJSL SMV Kementerian Keuangan tidak sekadar memberikan bantuan kepada petani. Program tersebut dirancang untuk membangun ekosistem kemiri secara menyeluruh.
"Jadi, yang dibangun bukan sekadar komoditasnya, tetapi rantai nilai dari hulu hingga hilir," ujarnya.
Iqbal menegaskan keberhasilan program tidak cukup diukur dari keikutsertaan produk NTB dalam pameran internasional. Target akhirnya adalah produk daerah mampu menembus pasar ekspor secara berkelanjutan.
"Target kita bukan pameran. Pameran adalah target antara. Tujuan akhirnya adalah ekspor," tegas Iqbal.
Ekspor vanili ke Amerika Serikat dan kemiri ke Jepang menjadi langkah awal untuk memperkuat posisi komoditas NTB di pasar global. Pemerintah berharap penguatan produksi dan hilirisasi membuat nilai tambah komoditas lebih banyak bertahan di daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....