Ekraf NTB Didorong Bikin Creative Agency, Konten Jadi Ladang Cuan

  • 15 Sep 2026 10:01 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Disparekraf NTB mendorong pelaku ekonomi kreatif naik kelas dengan membangun bisnis creative agency dan memonetisasi konten digital.
  • Program Digital Creative Academy juga membekali peserta dengan keterampilan bisnis kreatif sekaligus pendampingan pendaftaran HKI.

RRI.CO.ID, Mataram - Pelaku ekonomi kreatif di Nusa Tenggara Barat (NTB) didorong tidak hanya jago bikin konten, tetapi juga mampu mengubah kreativitas menjadi bisnis yang menghasilkan. Salah satunya dengan membangun creative agency yang menggarap konten digital hingga periklanan.

Dorongan tersebut dilakukan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) NTB melalui Digital Creative Academy dalam rangkaian Ekraf Mania Festival 2026. Pelatihan digelar selama dua hari, 15-16 September 2026, di Kantor Disparekraf NTB.

Kepala Disparekraf NTB yang diwakili Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Baiq Denny Evita Darmiyana mengatakan digitalisasi menjadi kunci agar pelaku ekraf mampu memperluas pasar dan mengembangkan bisnis.

"Kami terus berupaya memetakan potensi ekonomi kreatif di NTB, salah satunya melalui penguatan digitalisasi pelaku ekraf agar semakin mampu berkembang sekaligus mendukung pariwisata NTB," kata Denny, Selasa, 15 September 2026.

Digital Creative Academy kali ini memasuki angkatan keempat. Disparekraf NTB juga menyiapkan angkatan kelima untuk memastikan peningkatan kapasitas pelaku ekraf berjalan berkelanjutan.

Pada hari pertama, peserta fokus belajar merintis dan mengelola creative agency. Mereka dibekali cara menata bisnis agensi agar tidak sekadar mengandalkan kreativitas, tetapi juga memiliki model bisnis yang jelas.

Hari kedua akan mengupas short video clipping dan content monetization. Kemampuan tersebut dinilai penting di tengah semakin besarnya peluang menghasilkan pendapatan dari konten digital.

Pelatihan menghadirkan dua narasumber di bidang kreatif digital. Peserta juga diperkenalkan dengan pengembangan bisnis pada subsektor konten digital, advertising, animasi, video hingga desain produk.

Tidak berhenti pada pelatihan, Disparekraf NTB juga menyiapkan pendampingan pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Pendampingan dilakukan bersama Kementerian Hukum agar karya pelaku ekraf memiliki perlindungan hukum.

Disparekraf NTB berharap pelaku ekraf di daerah mampu naik kelas, dari sekadar pembuat karya menjadi pelaku bisnis kreatif yang profesional.

Ekraf Mania Festival 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem ekraf NTB, membuka jejaring usaha, sekaligus menciptakan lebih banyak peluang ekonomi dari kreativitas dan teknologi digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....