PGRI NTB Minta Persoalan MBG Tak Dibebankan ke Guru

  • 22 Sep 2026 11:45 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Nusa Tenggara Barat (NTB) meminta persoalan teknis dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah tidak diarahkan menjadi kesalahan tenaga pendidik. Sikap tersebut disampaikan menyusul munculnya anggapan guru lalai dalam pembagian makanan kepada siswa.

Ketua PGRI NTB Yusuf Zain menegaskan, tugas utama guru adalah mendidik, mengajar, dan membentuk karakter peserta didik. Sementara keterlibatan dalam pelaksanaan MBG di sekolah merupakan tugas tambahan, sehingga persoalan terkait kualitas maupun keamanan makanan tidak semestinya sepenuhnya dibebankan kepada guru.

“Tidak bisa disalahkan ke guru. Kami melindungi hak-hak guru. Kalau ada yang menzalimi guru, kami tidak akan terima,” tegas Yusuf, yang juga menjabat Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Selasa 22 September 2026.

Meski demikian, Yusuf meminta guru yang ditunjuk sebagai Person in Charge (PIC) MBG tetap melakukan pemeriksaan awal secara sederhana sebelum makanan dibagikan. Guru dapat mencium makanan untuk memastikan tidak terdapat bau atau kondisi yang mencurigakan.

“Kalau ada bau yang tidak sedap, segera laporkan ke kepala satuan atau pihak dapur penyedia agar langsung ditindaklanjuti. Jangan langsung diberikan kepada peserta didik,” ujarnya.

Menurut Yusuf, pemeriksaan kualitas dan keamanan makanan pada dasarnya merupakan tanggung jawab pihak penyedia dan pengelola makanan, sedangkan guru berperan memastikan distribusi di sekolah berjalan tertib tanpa mengabaikan keselamatan siswa.

"Kami menilai pembagian tanggung jawab yang jelas diperlukan agar persoalan teknis MBG dapat ditangani sesuai kewenangannya," kata Yusuf.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....