Permintaan Kamar Meningkat, Harga Hotel MotoGP Mandalika Dinilai Perlu Diawasi
- 21 Sep 2026 08:35 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Meningkatnya permintaan kamar hotel selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika dinilai dapat mendorong kenaikan harga akomodasi. Kondisi tersebut dinilai wajar selama tetap berada dalam batas yang masuk akal dan tidak merugikan wisatawan.
Warga asal Lombok Tengah, Megan Diawari, mengatakan kenaikan harga hotel dapat terjadi karena meningkatnya permintaan dari wisatawan yang datang untuk menyaksikan MotoGP.
“Menurut saya, kenaikan harga hotel di sana memang wajar kalau disebabkan karena jumlah peminat yang meningkat,” ucapnya, Senin 21 September 2026.
Namun, menurutnya, kondisi tersebut tetap perlu mendapat perhatian pemerintah agar kenaikan harga tidak berlangsung secara berlebihan.
“Pemerintah harus tetap mengawasi supaya kenaikannya masih dalam batas yang masuk akal,” ujarnya.
Megan menilai wisatawan yang datang dari luar daerah maupun mancanegara perlu mendapatkan kepastian mengenai harga akomodasi agar tidak mengalami perbedaan harga yang terlalu jauh dibandingkan kondisi normal.
“Jangan sampai wisatawan sudah jauh-jauh datang ke Lombok justru kaget melihat harga kamar yang jauh berbeda dari biasanya,” katanya.
Sementara itu, warga asal Lombok Tengah, Elis Hawa, menilai pemerintah perlu melakukan pendataan terkait ketersediaan kamar hotel menjelang meningkatnya jumlah penonton MotoGP.
“Pemerintah perlu pendataan mulai dari sekarang terkait jumlah kamar yang tersedia dan juga beberapa yang sudah dipesan,” ucapnya.
Menurutnya, jumlah penonton yang meningkat akan berbanding lurus dengan kebutuhan kamar. Karena itu, informasi mengenai ketersediaan akomodasi menjadi penting untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.
“Kalau jumlah penonton meningkat, kebutuhan kamar juga pasti meningkat,” ujarnya.
Elis mengingatkan agar wisatawan yang datang ke Lombok tidak mengalami kesulitan mendapatkan penginapan akibat keterbatasan informasi maupun ketersediaan kamar.
“Jangan sampai nanti orang datang ke Lombok tetapi kesulitan mencari tempat penginapan atau terpaksa membayar harga yang lebih tinggi dari yang semestinya,” katanya.
Megan menambahkan, pengawasan terhadap harga akomodasi penting dilakukan agar peningkatan permintaan selama MotoGP tetap memberikan manfaat ekonomi tanpa menimbulkan persoalan bagi wisatawan.
Sementara pendataan kamar dapat menjadi salah satu langkah untuk mengetahui kapasitas akomodasi yang tersedia sekaligus membantu pemerintah dan pelaku pariwisata mempersiapkan kebutuhan wisatawan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....