Konser Sepi, Pajak Hiburan Mataram Tetap Tumbuh

  • 21 Sep 2026 06:12 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram menilai minimnya konser musik sepanjang 2026 belum berdampak signifikan terhadap penerimaan pajak hiburan. Pasalnya, konser musik bukan menjadi sumber utama penerimaan dari sektor tersebut, sementara sejumlah usaha hiburan lain terus berkembang di Kota Mataram.

Kepala Bidang Pelayanan Penagihan dan Penyuluhan BKD Kota Mataram, Achmad Amrin, mengatakan penerimaan pajak dari konser musik bersifat insidentil dan bergantung pada jumlah tiket yang terjual. Setiap tiket dikenakan pajak hiburan sebesar 10 persen.

“Tidak masalah, konser musik bukan penyumbang terbesar untuk pajak hiburan. Itu tergantung jumlah tiket yang terjual,” ujarnya, Senin 21 September 2026.

Menurut Amrin, potensi penerimaan justru berasal dari berbagai aktivitas hiburan yang berlangsung rutin, termasuk pusat kebugaran dan olahraga seperti padel yang kini masuk dalam objek pajak hiburan. BKD masih melakukan pendataan terhadap sejumlah usaha tersebut untuk mengukur potensi penerimaannya.

“Ada tempat olahraga juga, sekarang itu masuk ke pajak hiburan. Seperti padel dan pusat kebugaran sedang kita data sekarang,” katanya.

Selain olahraga, permainan anak di pusat perbelanjaan serta bioskop seperti XXI juga menjadi sumber penerimaan yang dinilai potensial. Tingginya aktivitas pada kedua sektor tersebut dinilai dapat menjaga penerimaan pajak hiburan meski jumlah konser musik di awal tahun relatif landai.

"Hasil pengawasan sementara menunjukkan kepatuhan pajak bioskop dan sarana permainan anak cukup baik," ujarnya.

Hingga pekan pertama September 2026, penerimaan pajak hiburan Kota Mataram telah mencapai lebih dari Rp5,4 miliar atau 78,48 persen dari target. Capaian tersebut bahkan telah melampaui target semester pertama, sehingga BKD melihat masih ada ruang untuk meningkatkan target penerimaan dalam APBD Perubahan menjadi sekitar Rp8 miliar.

“Potensinya kami lihat bisa ditambah Rp1 miliar, tetapi itu belum diputuskan. Kita tunggu hasil rapat dengan dewan,” ucap Amrin.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....