BAZNAS Lombok Timur Jangkau Gili Beleq Melalui Program MAHYANI

  • 18 Sep 2026 20:03 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - BAZNAS Kabupaten Lombok Timur terus memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat kurang mampu, termasuk warga yang tinggal di wilayah terpencil dan memiliki keterbatasan akses. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Program MAHYANI atau Rumah Layak Huni dengan melakukan verifikasi dan peninjauan calon penerima manfaat di Gili Beleq, Desa Pare, Kecamatan Jerowaru.

Gili Beleq merupakan salah satu pulau kecil di kawasan perairan Kecamatan Jerowaru yang hanya dapat dijangkau menggunakan transportasi laut. Kondisi geografis tersebut tidak menghalangi tim BAZNAS Lombok Timur untuk mendatangi langsung masyarakat guna memastikan bantuan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.

Kegiatan peninjauan dipimpin Kepala Bagian Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Lombok Timur, Muh. Munir Fauzi, M.Pd., didampingi Kasubag Informasi dan Komunikasi, Muh. Faizun Fikri, M.AP. Tim melakukan pemeriksaan kondisi rumah calon penerima manfaat sekaligus verifikasi faktual sebagai bagian dari proses penilaian penerima Program MAHYANI.

Muh. Munir Fauzi mengatakan, kehadiran BAZNAS di Gili Beleq menjadi bentuk komitmen untuk memberikan pelayanan tanpa membedakan lokasi tempat tinggal masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil, termasuk di pulau-pulau kecil dan kawasan yang memiliki keterbatasan akses, tetap mendapatkan perhatian,” ujarnya, Jumat, 18 September 2026.

Dikatakannya, Program MAHYANI menjadi salah satu bentuk pemanfaatan dana ZIS untuk membantu mustahik memperoleh tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan manusiawi. “Rumah bukan hanya tempat berlindung, tetapi merupakan kebutuhan dasar sebuah keluarga. Karena itu, melalui Program MAHYANI, BAZNAS Lombok Timur berupaya membantu masyarakat yang rumahnya sudah tidak layak huni agar memiliki kehidupan yang lebih baik dan lebih bermartabat,” tambah Munir.

Ia menegaskan, setiap calon penerima bantuan tetap harus melalui proses verifikasi dan penilaian sesuai ketentuan yang berlaku. Proses tersebut dilakukan agar bantuan dapat disalurkan secara objektif, transparan, dan tepat sasaran.

Sementara itu, Muh. Faizun Fikri menyampaikan bahwa peninjauan langsung ke lokasi merupakan bagian penting dalam menjaga akuntabilitas pelaksanaan program.

"Kami turun langsung untuk melihat kondisi sebenarnya di lapangan. Dengan demikian, data yang dimiliki BAZNAS tidak hanya berdasarkan dokumen, tetapi juga berdasarkan fakta dan kondisi riil kehidupan calon penerima manfaat,” jelasnya.

Ia menambahkan, perjalanan menuju Gili Beleq menunjukkan bahwa manfaat ZIS harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga yang tinggal jauh dari pusat pelayanan. “Semangat kami adalah memastikan bahwa tidak ada masyarakat yang tertinggal hanya karena mereka tinggal di wilayah yang sulit dijangkau. Dana ZIS yang dipercayakan oleh para muzaki harus benar-benar memberikan manfaat kepada mereka yang membutuhkan,” katanya.

Melalui Program MAHYANI, BAZNAS Lombok Timur berupaya tidak hanya memperbaiki kondisi fisik rumah mustahik, tetapi juga memberikan harapan baru bagi keluarga penerima manfaat. Jangkauan hingga Gili Beleq menjadi bagian dari upaya memastikan manfaat ZIS dapat dirasakan masyarakat secara lebih merata, termasuk mereka yang berada di wilayah dengan akses geografis terbatas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....