ASN Lobar Diminta Bergerak, Program OPD Jangan Lagi Jalan di Tempat
- 18 Sep 2026 05:31 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menekankan pentingnya keberanian ASN dalam menerjemahkan persoalan pembangunan menjadi program yang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat.
- Upacara peringatan Hari Perhubungan Nasional ke-55 dan Hari Olahraga Nasional ke-55 menjadi momentum penyampaian pesan kebijakan pemerintah daerah.
- Acara peringatan digelar di Lapangan Kantor Bupati Lombok Barat pada Kamis, 17 September 2026.
RRI.CO.ID, – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menaruh perhatian serius pada keberanian aparatur sipil negara (ASN) dalam menerjemahkan persoalan pembangunan menjadi program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Pesan tersebut mengemuka dalam upacara peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-55 dan Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang berlangsung di Lapangan Kantor Bupati Lombok Barat, Kamis 17 September 2026.
Asisten III Setda Lombok Barat, H. Fauzan Husniadi, yang bertindak sebagai pembina upacara sekaligus membacakan sambutan Wakil Bupati Lombok Barat, mengingatkan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) agar tidak ragu mengambil langkah dalam menjalankan tanggung jawab pemerintahan.
Menurutnya, kondisi pembangunan saat ini membutuhkan aparatur yang mampu membaca persoalan secara konkret, kemudian menyusunnya ke dalam program yang terukur dan tepat sasaran.
“Memang hari-hari ini adalah hari-hari yang berat. Dalam formulasi APBD hari ini, kami dari tim TKD masih melihat banyak rekan-rekan kepala OPD yang belum berani menyusun program kegiatan. Yang harus diingat, kita semua adalah pelayan masyarakat Lombok Barat,” tegasnya.
Fauzan menyebut sejumlah indikator pembangunan sebagai pekerjaan bersama yang harus dijawab melalui kebijakan dan program setiap OPD. Data tersebut antara lain Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 73,56, angka kemiskinan 11,32 persen, pertumbuhan ekonomi 4,76 persen, serta Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 2,80 persen.
Indikator tersebut, kata dia, tidak cukup hanya dicatat dalam dokumen perencanaan. Setiap perangkat daerah harus mampu mengurai persoalan tersebut melalui program yang memiliki sasaran dan dampak jelas bagi masyarakat.
“Ini yang harus kita urai semua dengan program kegiatan yang ada di OPD-OPD. Kalau rekan-rekan tidak bergerak dan menyusun program terkait dengan persoalan tersebut, maka jangan berharap SDM yang ada di Lombok Barat ini akan terwujud,” ujarnya.
Selain persoalan pembangunan dan kapasitas aparatur, momentum Harhubnas menjadi pengingat mengenai pentingnya sektor transportasi dalam menopang aktivitas masyarakat serta pergerakan ekonomi daerah.
Dengan tema “Terhubung, Melayani, Bergerak untuk Negeri”, peringatan Harhubnas diarahkan untuk memperkuat komitmen terhadap transportasi yang aman, tertib, lancar, sekaligus berkelanjutan.
“Perhubungan bukan hanya berbicara tentang kendaraan, jalan, dan sarana transportasi. Lebih dari itu, perhubungan adalah tentang konektivitas, pelayanan, dan kemudahan masyarakat dalam menjalankan aktivitas kehidupan,” jelasnya.
Menurut Fauzan, meningkatnya mobilitas masyarakat dan berkembangnya sektor pariwisata membuat tantangan di bidang transportasi semakin kompleks. Kondisi tersebut membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, aparat keamanan, pelaku usaha transportasi, dan masyarakat.
| Baca juga: Seribuan ASN Sumbawa Nunggak BPJS Kesehatan |
Keselamatan, lanjutnya, harus ditempatkan sebagai prioritas dalam penyelenggaraan transportasi. Hal itu perlu berjalan beriringan dengan peningkatan profesionalisme dan integritas insan perhubungan.
Sementara dalam peringatan Haornas, pemerintah daerah menekankan bahwa olahraga tidak semata-mata berkaitan dengan kompetisi maupun perolehan medali. Aktivitas olahraga juga menjadi bagian penting dalam membentuk masyarakat yang sehat, produktif, dan memiliki daya saing.
Pembinaan olahraga secara berkelanjutan diharapkan mampu menciptakan ruang bagi lahirnya atlet-atlet Lombok Barat yang dapat mengukir prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Upacara tersebut dihadiri jajaran Asisten Setda, Staf Ahli, kepala OPD, para camat, serta ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.
Menutup amanatnya, Fauzan kembali mengingatkan seluruh jajaran pemerintah daerah agar tidak bekerja sendiri-sendiri. Kolaborasi dan optimalisasi tugas setiap perangkat daerah dinilai penting untuk menjawab berbagai persoalan pembangunan.
“Mari bersama-sama kita melaksanakan tugas dan fungsi masing-masing, sehingga kita maju bersama dan kuat bersama untuk Lombok Barat,” katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....