Empat Kawasan Pisew Dipantau, Tekankan Mutu dan Ketepatan Waktu
- 17 Sep 2026 09:40 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Bima - Pembangunan infrastruktur melalui Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) di Kabupaten Bima mendapat pengawalan langsung dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bersama Balai Prasarana Permukiman Wilayah Nusa Tenggara Barat.
Pengawasan dilakukan melalui monitoring dan evaluasi lapangan dengan menyasar sejumlah pekerjaan infrastruktur pada kawasan antardesa di empat kecamatan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai rencana, memenuhi standar teknis, serta dapat diselesaikan tepat waktu dengan kualitas pekerjaan yang baik.
Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Kabupaten Bima, Nurhasyim Bissemullah memimpin langsung kegiatan monitoring bersama Pejabat Fungsional Perencana dan Tim Teknis Bappeda.
Tim Bappeda dalam kegiatan tersebut bersinergi dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Tim Balai Prasarana Permukiman Wilayah Nusa Tenggara Barat untuk melihat kondisi serta perkembangan pekerjaan secara langsung di lapangan.
"Ada empat lokasi kawasan antardesa yang dipantau meliputi Desa Keli–Desa Waduwani di Kecamatan Woha Desa Teke–Desa Ntonggu di Kecamatan Palibelo; Desa Mandala–Desa Tawali di Kecamatan Wera; serta Desa Kowo–Desa Buncu di Kecamatan Sape," katanya, Kamis 17 September 2026.
Kata dia, monitoring tersebut menjadi bagian dari pembinaan dan pengendalian pelaksanaan program, baik terhadap pekerjaan fisik maupun kelengkapan administratif yang menjadi bagian dari tahapan pelaksanaan PISEW.
Nurhasyim menambahkan, kehadiran tim di lapangan diperlukan agar pelaksanaan pembangunan tidak hanya berjalan berdasarkan laporan administrasi, tetapi juga dapat dipastikan secara langsung kondisi dan progres pekerjaannya.
"Monitoring ini kami lakukan untuk memastikan seluruh tahapan kegiatan pembangunan fisik dan administratif berjalan sesuai dengan rencana teknis serta tepat waktu sesuai jadwal yang disepakati," kata Nurhasyim.
Ia menjelaskan, PISEW memiliki karakter pembangunan yang menghubungkan kepentingan dua desa atau lebih dalam satu kawasan. Karena itu, keberadaan infrastruktur yang dibangun diharapkan mampu memperkuat konektivitas antardesa dan mendukung aktivitas sosial maupun ekonomi masyarakat.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur antardesa bukan semata-mata mengenai penyelesaian pekerjaan fisik. Lebih dari itu, kualitas dan kebermanfaatan infrastruktur menjadi bagian penting agar hasil pembangunan dapat digunakan masyarakat dalam jangka panjang.
"Kami berharap infrastruktur yang dibangun melalui program PISEW ini nantinya dapat selesai dengan mutu yang baik, sehingga memberikan manfaat yang optimal dan berkelanjutan bagi masyarakat luas dalam menunjang pertumbuhan ekonomi di wilayah perdesaan," ujarnya.
Bappeda Kabupaten Bima akan terus melakukan koordinasi dan pengawalan bersama pihak terkait untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan.
Dengan pengawasan secara langsung, setiap tahapan pembangunan diharapkan dapat terlaksana secara efektif dan menghasilkan infrastruktur yang benar-benar mendukung kebutuhan masyarakat serta memperkuat konektivitas kawasan perdesaan di Kabupaten Bima.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....