Landfill Kebon Kongok Terancam Penuh, Pemprov Siapkan Rp23 Miliar untuk Perluasan
- 16 Sep 2026 08:21 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Kapasitas landfill di NTB diproyeksikan semakin terbatas sehingga Pemprov NTB mempercepat optimalisasi landfill tahap 3 mulai 2026.
- Anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp23 miliar untuk pembangunan area landfill dan infrastruktur pendukung.
RRI.CO.ID, Mataram — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mempercepat rencana optimalisasi landfill tahap 3 Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok. Langkah ini dilakukan karena kapasitas penampungan sampah diproyeksikan semakin terbatas.
Sekretaris Daerah (Sekda) NTB Abul Chair meminta pekerjaan yang sudah bisa dilaksanakan segera dimulai pada 2026. Menurutnya, pekerjaan tidak boleh ditunda karena kapasitas landfill semakin mendesak.
“Memang harus dikerjakan tahun itu, tidak boleh ditunda. Memang habis waktunya, harus 2026 kita mulai,” tegas Abul Chair dalam rapat pembahasan kebutuhan anggaran optimalisasi landfill tahap 3 di Ruang Rapat Sekda NTB, Selasa, 15 September 2026.
Pemprov NTB memperkirakan kebutuhan anggaran optimalisasi landfill tahap 3 mencapai sekitar Rp23 miliar termasuk PPN. Anggaran tersebut antara lain untuk pembangunan area landfill, pasangan batu saluran, bronjong, pipa gas vertikal, hingga jalan lingkungan.
Abul Chair meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera merinci pekerjaan, sumber pembiayaan dan tahapan pelaksanaan. Pekerjaan yang bisa dilakukan lebih dulu diminta segera berjalan, sementara kebutuhan lanjutan dapat dianggarkan pada tahun berikutnya.
“Yang penting ada yang sudah bisa dikerjakan. Jangan sampai ketika ditanya pimpinan ternyata belum mengerjakan apa-apa,” ujarnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB Didik Mahmud Gunawan Hadi mengatakan keterbatasan kapasitas landfill harus segera diantisipasi. Pengendalian volume sampah yang masuk telah dilakukan sembari menyiapkan optimalisasi tahap 3.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR NTB Lalu Kusuma Wijaya menyebut pekerjaan pendukung seperti akses jalan dan infrastruktur lainnya juga perlu disiapkan. Tahapan pekerjaan harus disusun berurutan agar pembangunan landfill dapat berjalan efektif.
Pemprov NTB juga membahas penyiapan lahan pendukung dan buffer zone, termasuk penyelesaian administrasi sejumlah bidang lahan serta akses masyarakat di sekitar lokasi.
Jika kapasitas landfill tidak lagi mencukupi, salah satu opsi mitigasi yang dibahas adalah mengalihkan sementara sampah ke wilayah Lombok Tengah. Opsi tersebut disiapkan sembari menunggu optimalisasi landfill tahap 3 terealisasi.
Abul Chair menegaskan seluruh proses harus memiliki timeline yang jelas, mulai dari persiapan teknis dan lahan hingga pelaksanaan pekerjaan.
“Timeline itu penting. Kita harus tahu tahapannya dan apa yang bisa dikerjakan sekarang,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....