STQ Tingkat Wawo, Ratusan Peserta Bersaing ke Tingkat Kabupaten

  • 14 Sep 2026 08:30 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Bima - Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Ke-39 Tingkat Kecamatan Wawo Tahun 2026 resmi digelar. Sebanyak peserta dari sembilan desa di Kecamatan Wawo ambil bagian dalam ajang pencarian bibit unggul qari, qariah dan hafiz-hafizah untuk mewakili Kecamatan Wawo pada STQ tingkat Kabupaten Bima.

STQ yang mengusung tema "Menebar Cahaya Al-Qur'an dalam Harmoni Menuju Bima Bermartabat" tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy di Arena Utama Lengge Nae-Maria Wawo.

Ketua Panitia Pelaksana STQ Ke-39 Tingkat Kecamatan Wawo, H. Burhanudin mengatakan, pelaksanaan STQ tersebut selain menjadi bagian dari pembinaan generasi Qur’ani juga diarahkan untuk menjaring peserta terbaik yang akan menjadi duta Kecamatan Wawo pada ajang tingkat Kabupaten Bima.

"Tilawatil Quran ini ditujukan untuk mencari duta Kecamatan Wawo pada kegiatan yang sama di tingkat Kabupaten Bima," kata Burhanudin.

Ia menyampaikan, para kafilah dari sembilan desa akan bersaing dalam sejumlah cabang lomba yang telah disiapkan panitia.

Pada cabang tilawatil qur'an, tercatat sebanyak 72 peserta yang mengikuti perlombaan. Peserta terbagi dalam beberapa kategori, yakni golongan anak-anak, remaja dan dewasa.

Sementara pada cabang tahfidzul qur'an, terdapat 51 peserta yang mengikuti berbagai kategori hafalan Al-Qur’an.

Mereka akan berkompetisi pada kategori hafalan 1 juz, 5 juz, 10 juz, 20 juz hingga 30 juz.

Selain itu, STQ Kecamatan Wawo juga mempertandingkan cabang Qir'at As-Sab'ah Mujawwad Dewasa yang diikuti dua orang peserta.

Dengan demikian, keseluruhan cabang yang dilombakan menjadi ruang bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan masing-masing, baik dalam seni membaca al-qur’an maupun dalam penguasaan hafalan.

Pembukaan STQ tersebut turut dihadiri Camat Wawo Syarifudin Bahsyar, S.Sos., unsur Muspika, para kepala sekolah, kepala desa, tokoh masyarakat, alim ulama serta masyarakat Kecamatan Wawo.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy mengingatkan agar pelaksanaan STQ tidak semata-mata berorientasi pada perebutan juara.

Menurutnya, yang jauh lebih penting adalah bagaimana para peserta, generasi muda dan seluruh masyarakat dapat mengambil nilai-nilai Al-Qur’an untuk diterapkan dalam kehidupan.

Wabup mengatakan, STQ dan MTQ merupakan identitas keislaman masyarakat Bima. Karena itu, kegiatan tersebut harus menjadi bagian dari upaya menjaga keberkahan daerah melalui kecintaan dan pengamalan Al-Qur’an.

Ia juga menekankan pentingnya kesinambungan pembinaan setelah STQ berakhir. Para peserta yang memiliki potensi harus terus mendapatkan pembinaan sehingga mampu berkembang dan bersaing pada level yang lebih tinggi.

Terlebih, Kabupaten Bima selama ini dikenal memiliki potensi besar dalam melahirkan qari dan qariah berprestasi. Bahkan, sejumlah putra-putri Bima telah mampu membawa nama daerah dalam kompetisi tilawatil Quran hingga tingkat nasional dan internasional.

“Ini sebuah potensi yang harus kita tumbuh kembangkan dari generasi ke generasi,” kata Wabup.

Di sisi lain, Wabup H. Irfan memberikan perhatian khusus terhadap keberadaan guru mengaji dan lembaga pembinaan Al-Qur’an seperti TPQ.

Ia meminta pemerintah kecamatan, pemerintah desa, sekolah dan masyarakat ikut memberikan perhatian terhadap kesejahteraan guru mengaji.

Menurutnya, keberadaan guru mengaji memiliki peran fundamental dalam membentuk generasi yang mengenal Al-Qur’an sejak usia dini.

“Dari jasa guru mengaji, anak-anak mengenal Al-Qur'an dan nilai keislaman terjaga,” pungkasnya.

Pelaksanaan STQ Ke-39 Kecamatan Wawo diharapkan tidak hanya melahirkan juara di masing-masing cabang, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan berkelanjutan untuk mempersiapkan generasi Qur’ani yang akan membawa nama Kecamatan Wawo di tingkat Kabupaten Bima hingga jenjang yang lebih tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....