Di Tengah Era AI, PWI NTB Perkuat Kompetensi dan Etika Wartawan
- 13 Sep 2026 15:48 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Barat mencatat pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) mandiri dengan jumlah peserta yang disebut menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah pelaksanaan UKW mandiri PWI.
UKW tersebut berlangsung selama dua hari, Jumat dan Sabtu 11-12 September 2026, dengan diikuti 54 wartawan dari tiga jenjang kompetensi, yakni Muda, Madya, dan Utama.
Koordinator Tim Penguji UKW, Joko Tetuko, mengatakan pelaksanaan UKW PWI NTB secara nasional tercatat sebagai angkatan ke-864. Puluhan peserta tersebut mengikuti ujian yang terbagi dalam tiga kelas jenjang Muda, empat kelas Madya, dan dua kelas Utama.
"UKW Provinsi NTB ini secara nasional masuk angkatan ke-864. Dari setiap kelas yang diikuti oleh total 54 orang peserta setelah mengikuti proses baik jenjang Muda, Madya dan Utama," kata Joko saat penutupan UKW di Mataram, Sabtu 12 September 2026.
Menurut Joko, jumlah peserta yang mencapai 54 orang menunjukkan tingginya partisipasi wartawan dalam pelaksanaan UKW mandiri PWI NTB. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan untuk memperkuat profesionalisme wartawan.
"Mudah-mudahan dengan terus melakukan UKW dapat menambah jumlah wartawan yang profesional," ujarnya.
Joko menilai peningkatan kompetensi wartawan perlu berjalan beriringan dengan pemahaman terhadap organisasi, etika, dan aturan profesi. Karena itu, PWI Pusat mewajibkan wartawan muda mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK), terutama bagi wartawan yang belum memiliki Karya Latihan Wartawan.
Dalam kegiatan OKK, peserta mendapatkan sejumlah materi yang berkaitan dengan profesi jurnalistik. Materi tersebut antara lain UU Pers, AD/ART PWI, Kode Etik PWI dan Kode Etik Jurnalistik, kemerdekaan pers, asas praduga tidak bersalah, pedoman pemberitaan ramah anak, pedoman media siber, hingga gambaran pelaksanaan UKW pada berbagai jenjang.
"Anggota PWI yang ikut OKK semestinya sudah memahami proses UKW dan kedepannya bisa menjadi kekuatan maka profesionalisme anggota PWI dapat dipertanggungjawabkan," kata Joko.
Sekretaris PWI NTB, Fahrul Mustofa, mengatakan OKK dan UKW tersebut merupakan kegiatan perdana yang digelar PWI NTB secara mandiri. Pada awalnya, UKW hanya direncanakan untuk dua kelas.
Namun, tingginya minat wartawan untuk mengikuti ujian membuat jumlah peserta bertambah hingga mencapai 54 orang. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan kegiatan.
"Meski banyak badai dan lika-liku, Alhamdulillah dengan kekompakan dan kebersamaan semua bisa dilalui dan kegiatan OKK serta UKW ini bisa digelar," kata Fahrul.
Antusiasme juga terlihat dalam pelaksanaan OKK yang diikuti sekitar 120 peserta. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian penguatan pemahaman wartawan terhadap organisasi dan profesinya.
Fahrul menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTB, PWI Pusat, tim penguji, Bank NTB Syariah, sponsor, serta seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan OKK dan UKW. Ia berharap dukungan terhadap PWI NTB dapat terus berlanjut, termasuk dalam persiapan menghadapi Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) di Lampung pada 2027.
"Semua cabor yang diikuti oleh atlet wartawan NTB banyak yang lolos jadi mohon pak Sekda bisa membantu PWI NTB di acara PORWANAS Lampung 2027," harapnya.
Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Chair, mengapresiasi pelaksanaan OKK dan UKW PWI NTB. Menurutnya, peningkatan kompetensi wartawan semakin penting di tengah perkembangan teknologi informasi dan penggunaan artificial intelligence (AI).
"Oleh karenanya orientasi seperti ini sangat perlu dilakukan. Dan kami menyambut baik kegiatan OKK dan UKW ini," kata Abul Chair.
Ia menilai kecepatan dalam memperoleh informasi tidak cukup menjadi ukuran kualitas seorang wartawan. Kecepatan tersebut harus disertai kemampuan memperoleh fakta, memahami konteks, serta menyampaikan informasi secara bijak kepada masyarakat.
"Wartawan yang baik itu selain cepat mendapatkan berita tapi juga harus mendapatkan fakta, memahami konteks dengan baik dan bijak," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....