Tak Perlu ke Bali, RSUD NTB Kini jadi Provinsi ke-11 Layani Bypass Stroke Kompleks

  • 11 Sep 2026 19:30 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • RSUD Provinsi NTB kini mampu menangani operasi bypass STA-MCA dan menjadi provinsi ke-11 di Indonesia yang memiliki layanan tersebut.
  • Layanan ini diharapkan membuat pasien stroke kompleks tak perlu lagi dirujuk ke Bali atau Makassar.

RRI.CO.ID, Mataram - Layanan stroke di Nusa Tenggara Barat (NTB) naik kelas. RSUD Provinsi NTB kini mampu melakukan operasi bypass STA-MCA, salah satu tindakan bedah saraf untuk menangani kasus stroke kompleks.

Tindakan perdana tersebut dilakukan dalam rangka program proctorship yang melibatkan tenaga ahli. Dengan capaian ini, NTB menjadi provinsi ke-11 di Indonesia yang mampu menyediakan layanan bypass STA-MCA.

Direktur Pelayanan Klinis Ditjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI dr. Obrin Parulian, M.Kes, mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, dari 38 provinsi di Indonesia, baru 11 provinsi yang memiliki layanan bypass STA-MCA.

"Kalau ini berkelanjutan dan rumah sakit sudah mandiri, berarti sudah setara dengan rumah sakit pengampu," kata Obrin di Mataram, Jumat, 11 September 2026.

Obrin mengatakan pengembangan layanan stroke menjadi bagian dari agenda pemerataan layanan kesehatan prioritas nasional. Stroke menjadi salah satu penyakit dengan jumlah penderita tinggi, angka kematian besar, serta beban pembiayaan yang signifikan.

Kemenkes, kata dia, mendorong agar layanan kesehatan prioritas tidak hanya terkonsentrasi di Jawa dan Sumatera. Setiap provinsi ditargetkan memiliki setidaknya satu rumah sakit pemerintah yang mampu memberikan layanan prioritas, termasuk stroke tingkat lanjut.

Menariknya, kemampuan RSUD Provinsi NTB dinilai sudah melampaui target awal pengampuan.

"Target RSUD NTB sebenarnya hanya sampai layanan utama. Hari ini RSUD NTB bisa mengejar gap layanan dan mencapai layanan tingkat paripurna. Artinya sudah melampaui ekspektasi kementerian," ujarnya.

Kemenkes juga berkomitmen mendukung penguatan fasilitas RSUD Provinsi NTB. Salah satunya melalui rencana pengadaan mikroskop dan perangkat microsurgery untuk menunjang layanan bedah saraf.

Obrin menekankan pentingnya penguatan jejaring layanan. Kasus stroke yang masih dapat ditangani di rumah sakit kabupaten/kota diharapkan tidak langsung dirujuk ke tingkat provinsi. Sementara kasus kompleks dapat ditangani RSUD Provinsi NTB.

"Tidak perlu menyeberang ke Bali, tidak perlu ke Makassar. Cukup di ibu kota provinsi," tegasnya.

Sekretaris Daerah Provinsi NTB , Abul Chair menyambut positif dimulainya layanan bypass STA-MCA tersebut. Menurutnya, layanan ini akan memperpendek akses masyarakat terhadap penanganan stroke kompleks.

"Harapan kami, masyarakat NTB yang membutuhkan pelayanan stroke kompleks semakin banyak yang dapat ditangani di daerahnya sendiri. Keluarga pasien juga tidak harus membawa orang yang dicintainya pergi jauh," ujarnya.

Sekda menilai program proctorship penting untuk meningkatkan kapasitas sekaligus kepercayaan diri tenaga medis RSUD Provinsi NTB.

Ia mengibaratkan program tersebut bukan sekadar "memberikan ikan", tetapi juga "mengajarkan menangkap ikan".

"Ilmu yang hari ini dibagikan mungkin hanya beberapa hari, tetapi manfaatnya tinggal bertahun-tahun," katanya.

Pemprov NTB menargetkan RSUD Provinsi NTB tidak hanya menjadi rumah sakit rujukan bagi masyarakat NTB. Rumah sakit tersebut diharapkan berkembang menjadi pusat pembelajaran sekaligus rujukan bagi daerah lain.

"Ketika mereka sakit, pelayanan terbaik harus semakin dekat dengan rumah mereka," tegasnya.

Pemprov NTB memastikan dukungan terhadap pengembangan layanan akan terus diperkuat, mulai dari SDM, sarana dan prasarana, alat kesehatan hingga jejaring layanan.

Dengan dimulainya layanan bypass STA-MCA menjadi penanda bahwa kemampuan layanan kesehatan daerah terus naik kelas. Masyarakat dengan kasus stroke kompleks kini memiliki pilihan penanganan yang lebih dekat tanpa harus keluar daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....