Pemda Lombok Timur Beri Perhatian Khusus terhadap Marbot Masjid
- 11 Sep 2026 16:15 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Kabupaten Lombok Timur memiliki tak kurang dari 1.435 masjid yang menjadi bagian penting dalam kehidupan keagamaan masyarakat. Banyaknya jumlah masjid tersebut menjadi salah satu alasan Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menyebut masyarakat Lombok Timur sebagai masyarakat yang religius.
Aspek religius juga menjadi salah satu fokus Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Untuk menjaga kehidupan keagamaan tetap tumbuh, pemerintah tidak hanya memperhatikan keberadaan masjid, tetapi juga masyarakat yang selama ini berperan dalam menghidupkan dan merawat tempat ibadah.
Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menilai keberadaan marbot atau marbut masjid memiliki peran yang sangat penting.
“Marbot ini harus kita perhatikan, karena mereka yang menjaga masjid, membersihkan, merawat, dan mengingatkan masyarakat ketika masuk waktu salat,” ujar Bupati, Kamis, 10 September 2026
Dikatakannya, perhatian terhadap marbot penting diberikan karena pekerjaan tersebut memiliki tanggung jawab besar, sementara mereka tidak mendapatkan jaminan pensiun seperti sejumlah jenis pekerjaan lainnya. “Mereka nanti tidak mendapatkan pensiun seperti pekerjaan lainnya, sehingga pemerintah harus memberikan perhatian dan perlindungan,” katanya.
Sebagai bentuk perhatian tersebut, Pemda Lombok Timur mendaftarkan tak kurang dari 4.000 marbot bersama guru ngaji sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
“Kita daftarkan mereka sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, sehingga nantinya marbot maupun keluarganya bisa mendapatkan manfaat dari kepesertaan tersebut,” jelasnya.
Bupati menyampaikan hal tersebut saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Syamsul Falah Bagik Nyaka, Kecamatan Aikmel. Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam memperingati Maulid Nabi, termasuk berbagai tradisi yang menyertainya sebagai bagian dari kekayaan budaya masyarakat Lombok Timur.
“Saya mengapresiasi masyarakat yang tetap antusias melaksanakan Maulid Nabi. Tradisi seperti ini harus kita pertahankan karena menjadi bagian dari kekayaan budaya dan kehidupan religius masyarakat,” ungkapnya.
Di Bagik Nyaka, tradisi Maulid tidak hanya ditandai dengan penyajian makanan yang disusun tinggi dalam dulang. Masyarakat juga menghadirkan bunga artifisial hasil kreasi masing-masing rumah tangga sebagai bagian dari tradisi yang turut memeriahkan peringatan Maulid.
Bunga-bunga tersebut umumnya dibuat dengan memanfaatkan bahan bekas seperti kantong plastik atau styrofoam pembungkus buah. Kreativitas masyarakat itu dapat menjadi salah satu upaya sederhana memanfaatkan kembali barang yang sebelumnya berpotensi menjadi sampah sekaligus menambah keunikan tradisi Maulid di Bagik Nyaka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....