Siswa MAN 1 Mataram Kompak Tolak Nikah Dini: “SMA Waktunya Belajar, Bukan Nikah”

  • 09 Sep 2026 14:10 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Siswa-siswi MAN 1 Mataram kompak menolak pernikahan dini dan menilai usia sekolah seharusnya digunakan untuk belajar serta mengejar cita-cita.
  • Mereka mengajak remaja menjaga pergaulan, mengontrol hubungan asmara, dan tidak terburu-buru menikah sebelum siap secara mental maupun masa depan.

RRI.CO.ID, Mataram - Siswa-siswi MAN 1 Mataram kompak menolak pernikahan dini. Mereka menilai usia sekolah seharusnya digunakan untuk belajar dan mempersiapkan masa depan, bukan membangun rumah tangga.

Nofal, salah satu siswa, mengatakan pernikahan dini tidak tepat dilakukan oleh pelajar seusianya. Menurutnya, masa SMA merupakan waktu untuk menuntaskan pendidikan.

"Usia SMA itu waktu kita belajar, bukan waktunya nikah dini. Mungkin nikahnya nanti setelah selesai kuliah atau sudah bekerja," kata Nofal di sela-sela kegiatan RRI Fest 2026, Rabu, 9 September 2026.

Hal senada disampaikan Defan. Ia menilai remaja berusia 0-18 tahun masih berada dalam proses mencari jati diri sehingga belum siap menghadapi kehidupan pernikahan.

"Usia nikah memang pasnya setelah kuliah. Di usia 0-18 tahun kita masih labil dan belum mengenal jati diri, jadi belum siap menjalani pernikahan," ujarnya.

Sementara itu, Naya menegaskan pelajar harus lebih fokus menjaga pergaulan dan mengejar pendidikan.

"Gak setuju, karena belum cukup umur. Masih kecil dan masih harus belajar. Lebih baik jangan nikah dini sebelum sukses," kata Naya.

Penolakan juga datang dari Anisa. Menurutnya, pernikahan dini di usia sekolah justru dapat merugikan masa depan pelajar dan mencoreng nama baik sekolah.

"Pernikahan dini di usia sekolah itu tidak boleh dilakukan pelajar. Apalagi sampai membawa nama sekolah, itu bisa merusak nama sekolah," tegasnya.

Anisa mengatakan edukasi mengenai bahaya pernikahan dini perlu terus diberikan kepada remaja. Terlebih, masa remaja merupakan fase ketika hubungan pertemanan dan percintaan mulai berkembang.

"Di usia kami pasti banyak yang pacaran dan kasmaran. Jadi perlu dikontrol dan diberikan edukasi agar teman-teman terhindar dari pernikahan dini," katanya.

Ginar, siswa lainnya, menilai pernikahan dini dapat merugikan masa depan remaja. Ia mengajak teman-temannya mulai berpikir jauh ke depan.

"Sangat merugikan bagi usia remaja dan masa depan. Di usia kami harus bisa berpikir visioner tentang masa depan," ujarnya.

Para siswa MAN 1 Mataram pun sepakat bahwa pendidikan harus menjadi prioritas. Mereka mengajak remaja seusianya tidak terburu-buru menikah dan terlebih dahulu mengejar cita-cita.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....