Menjaga Bima dan Dompu dengan Pendekatan Humanis dan Kolaboratif

  • 29 Jul 2026 12:06 WIB
  •  Mataram

RRI. CO. ID, Mataram - Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan aparat penegak hukum. Stabilitas keamanan yang berkelanjutan lahir dari kolaborasi yang kuat antara kepolisian, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan warga itu sendiri. Karena itu, langkah yang ditempuh Wakapolda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho dalam mematangkan agenda pencegahan gangguan kamtibmas di Bima, Kota Bima, dan Dompu patut diapresiasi.

Rapat persiapan yang digelar di Ruang Presisi Polda NTB menunjukkan bahwa pendekatan keamanan modern tidak lagi semata berorientasi pada penindakan. Sebaliknya, pencegahan dini melalui komunikasi, dialog, dan penguatan kemitraan menjadi strategi utama. Rangkaian kegiatan yang direncanakan, mulai dari tatap muka dengan tokoh masyarakat, sambang warga, pemberian sarana kontak, pemusnahan barang bukti narkoba, hingga penyerahan senjata api dari masyarakat, merupakan langkah konkret yang menyentuh akar persoalan sosial dan keamanan.

Bima dan Dompu memiliki dinamika sosial yang khas. Di wilayah yang masyarakatnya menjunjung tinggi nilai kekeluargaan dan adat istiadat, pendekatan persuasif dan humanis lebih efektif dibandingkan pendekatan yang bersifat represif. Kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra yang mendengar aspirasi dan membantu menyelesaikan persoalan bersama.

Pemusnahan barang bukti narkoba dan penyerahan senjata api dari warga juga menjadi simbol penting bahwa keamanan harus dibangun melalui kesadaran kolektif. Narkoba dan kepemilikan senjata api ilegal merupakan ancaman nyata yang dapat memicu berbagai tindak kriminal dan konflik sosial. Oleh karena itu, keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi masyarakat dalam mendukung langkah-langkah kepolisian.

Lebih jauh, penguatan kemitraan menjadi investasi sosial yang sangat berharga. Kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian tidak lahir secara instan, melainkan dibangun melalui komunikasi yang terbuka, konsistensi pelayanan, dan kehadiran yang memberikan rasa aman. Ketika masyarakat merasa dilibatkan dalam menjaga lingkungannya, maka potensi gangguan kamtibmas dapat dideteksi dan dicegah lebih awal.

Tantangan keamanan di era saat ini semakin kompleks. Selain kriminalitas konvensional, masyarakat juga dihadapkan pada ancaman peredaran narkoba, penyebaran informasi provokatif, hingga konflik sosial yang dapat dipicu oleh berbagai faktor. Dalam konteks tersebut, pendekatan preventif dan dialogis yang diusung Polda NTB menjadi langkah strategis yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Pada akhirnya, keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi, melainkan tanggung jawab bersama. Komitmen yang ditunjukkan Wakapolda NTB melalui persiapan matang dan pendekatan humanis memberikan harapan bahwa situasi kamtibmas di Bima, Kota Bima, dan Dompu akan tetap terjaga dengan baik. Ketika aparat dan masyarakat berjalan beriringan, maka tercipta fondasi yang kuat bagi terwujudnya daerah yang aman, damai, dan kondusif untuk pembangunan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....