Kekeringan Ekstrem, Sembilan Desa Kelurahan Dompu Terdampak

  • 02 Sep 2026 12:33 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu — Kekeringan ekstrem yang melanda Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, mulai berdampak serius terhadap pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. Hingga saat ini, tercatat sembilan desa dan kelurahan di empat kecamatan terdampak kekeringan.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dompu, sedikitnya 1.661 KK terdampak akibat kekeringan yang masih berlangsung.

Pelaksana Tugas Kalaks BPBD Dompu, Wan Muntajul, mengatakan wilayah terdampak tersebar di Kecamatan Woja, Pajo, Dompu dan Manggelewa.

Di Kecamatan Woja, kekeringan melanda Desa Baka Jaya dengan 50 KK terdampak, Desa Nowa sebanyak 195 KK, Kelurahan Kandai Dua 307 KK dan Kelurahan Simpasai sebanyak 125 KK.

Sementara di Kecamatan Pajo, warga terdampak berada di Desa Ranggo sebanyak 40 KK dan Desa Tembalae sebanyak 467 KK.

Kemudian di Kecamatan Dompu, kekeringan terjadi di Dusun Karaku, Desa Manggenae yang berdampak terhadap 75 KK. Sedangkan Desa Mbawi tercatat sebanyak 355 KK terdampak.

Adapun di Kecamatan Manggelewa, wilayah terdampak berada di Desa Kampasi Meci dengan 47 KK.

“Kondisi ini diperparah dengan kemarau yang masih berlangsung,” katanya, Rabu, 2 September 2026.

Kebutuhan air bersih diperkirakan akan terus menjadi persoalan bagi masyarakat, terutama di wilayah yang sumber airnya mulai mengering.

BPBD Dompu bersama sejumlah pihak telah bergerak mendistribusikan air bersih ke kantong-kantong krisis air. Empat mobil tangki dikerahkan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Armada tersebut berasal dari BPBD Dompu, Bank NTB Syariah, PDAM dan Dinas Lingkungan Hidup. Distribusi dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan dengan menyasar sembilan desa dan kelurahan yang telah teridentifikasi mengalami krisis air bersih.

Wan Muntajul mengatakan, distribusi air bersih akan terus dilakukan selama masyarakat masih membutuhkan pasokan air akibat dampak kekeringan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk respons pemerintah daerah terhadap kondisi masyarakat yang kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Sementara itu, kondisi kekeringan di wilayah Dompu saat ini tergolong ekstrem. Berdasarkan kondisi yang terjadi, BMKG mengategorikan Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima dan Kota Bima berada dalam kondisi kekeringan ekstrem.

Kondisi tersebut membuat ancaman krisis air bersih harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Terlebih, apabila kemarau berlangsung lebih panjang, jumlah wilayah dan masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih berpotensi bertambah.

BPBD Dompu pun memastikan pemantauan terhadap wilayah terdampak terus dilakukan, sembari mengoptimalkan armada tangki yang tersedia untuk menjaga pasokan air bagi masyarakat di tengah kondisi kemarau ekstrem.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....