Pemda Loteng Dorong Percepatan Kompleks Rumah Ibadah Mandalika
- 31 Agt 2026 20:29 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah - Rencana pembangunan kompleks rumah ibadah bagi umat beragama di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, terus dimatangkan. PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menyatakan dukungannya untuk menyediakan lahan bagi pembangunan rumah ibadah masing-masing agama di kawasan tersebut.
Komitmen itu disampaikan General Manager ITDC Mandalika, I Made Pari Wijaya, dalam audiensi bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dan tokoh lintas agama di Ruang Rapat Kantor ITDC-KEK Mandalika, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Jumat 21 Agustus 2026.
I Made Pari Wijaya mengatakan keberadaan rumah ibadah di kawasan Mandalika diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan umat, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan destinasi pariwisata yang semakin lengkap dan inklusif.
“Kami mendukung penuh pendirian rumah ibadat masing-masing agama sebagai destinasi baru untuk menjadikan Mandalika semakin berkembang dan mendunia. Kami juga akan menyiapkan lahan untuk tempat ibadat di sekitar area milik ITDC,” tegasnya.
Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, meminta ITDC segera menentukan lokasi yang dapat digunakan untuk pembangunan kompleks rumah ibadah tersebut. Ia mengusulkan kebutuhan lahan sekitar dua hektare agar seluruh fasilitas peribadatan dapat dibangun secara terpadu.
“Tentukan waktu untuk penentuan lokasi,” pinta Pathul.
Menurutnya, dukungan terhadap pembangunan kompleks rumah ibadah telah cukup kuat. Pemerintah daerah bersama MUI, FKUB Lombok Tengah, dan tokoh agama telah mendorong agar rencana tersebut segera direalisasikan.
Pemkab Lombok Tengah juga telah menyiapkan dokumen kelayakan yang nantinya menjadi bagian dari proses permohonan izin kepada kementerian terkait. Keberadaan dokumen tersebut diharapkan dapat mempercepat tahapan pembangunan setelah lokasi ditetapkan.
Pathul juga meminta lokasi kompleks rumah ibadah tidak terlalu jauh dari Sirkuit Mandalika. Selain tempat ibadah, fasilitas pendukung seperti area parkir, tempat wudhu, dan ruang bagi pelaku UMKM dinilai perlu dipersiapkan sejak awal.
Ia bahkan mendorong dilakukan studi tiru ke kawasan rumah ibadah di Nusa Dua, Bali, sebagai referensi dalam membangun kawasan yang tertata dan representatif.
Konsep tersebut diharapkan menjadikan kompleks rumah ibadah tidak hanya berfungsi sebagai tempat umat menjalankan ibadah, tetapi juga dapat menjadi bagian dari fasilitas pendukung pariwisata Mandalika.
Dengan dukungan ITDC dan pemerintah daerah, pembangunan kompleks rumah ibadah di KEK Mandalika diharapkan dapat segera memasuki tahapan penentuan lokasi dan proses berikutnya. Kehadiran fasilitas tersebut sekaligus diharapkan memperkuat citra Mandalika sebagai destinasi pariwisata yang terbuka bagi seluruh masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....