Swasembada Bawang Putih, Kapolri: Ketergantungan Impor Bisa Berkurang
- 19 Agt 2026 15:14 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, menjadi salah satu lokasi pelaksanaan penanaman bawang putih secara serentak di 17 provinsi sekaligus panen raya bawang putih dalam rangka mendukung percepatan swasembada bawang putih nasional. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 19 Agustus 2026, tersebut dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, Gubernur NTB, Bupati Lombok Timur, Kapolda NTB, serta jajaran terkait.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo dalam kegiatan tersebut menegaskan pentingnya kemandirian pangan nasional di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian. “Kita harus mampu memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional. Bawang putih merupakan salah satu komoditas yang harus kita dorong agar ketergantungan terhadap impor dapat terus dikurangi,” ujar Kapolri.
Menurut Kapolri, penguatan produksi pangan, termasuk bawang putih, menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor dan memperkuat kedaulatan pangan nasional. Ia juga menyampaikan bahwa Indonesia memiliki sejarah produksi bawang putih yang kuat sehingga pengembangan kembali komoditas tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung swasembada.
Dalam kegiatan tersebut, penanaman bawang putih dilakukan secara serentak di 14 Polda dan 59 Polres jajaran dengan total luas mencapai 279,53 hektare. Program tersebut melibatkan 110 kelompok tani dan 2.174 petani dengan potensi produksi sekitar 2.795,3 ton.
Polda NTB menjadi salah satu wilayah dengan kontribusi terbesar melalui penanaman seluas 120 hektare dengan potensi hasil mencapai 1.200 ton. Khusus di Sembalun, penanaman bawang putih dilakukan pada lahan seluas 120 hektare yang diperkirakan memasuki masa panen pada November 2026.
Selain penanaman, kegiatan juga dirangkaikan dengan panen raya bawang putih pada lahan seluas 105 hektare dengan estimasi hasil mencapai 1.050 ton. Panen raya tersebut melibatkan sembilan kelompok tani dan 287 petani di wilayah Sembalun.
Rangkaian kegiatan turut ditandai dengan ground breaking pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri di wilayah Sembalun. Pembangunan gudang tersebut menjadi bagian dari penguatan sarana pendukung produksi dan pengelolaan hasil pertanian bawang putih.
Dalam kegiatan itu juga dilakukan penyerahan hibah lahan pembangunan gudang dari Bupati Lombok Timur kepada Kapolda NTB serta hibah anggaran pembangunan gudang dari Gubernur NTB kepada Kapolda NTB.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto menyampaikan apresiasi terhadap langkah Polri yang turut mendukung agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. “Kami mengapresiasi langkah Polri yang ikut turun langsung mendukung ketahanan pangan. Penanaman bawang putih secara serentak, panen raya, dan pembangunan gudang ketahanan pangan merupakan langkah nyata yang harus terus diperkuat,” ucapnya.
Menurut Titiek, penanaman bawang putih secara serentak di 17 provinsi yang dirangkaikan dengan panen raya dan pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri menunjukkan adanya langkah nyata untuk memperkuat produksi bawang putih nasional. Titiek juga menilai upaya mencapai swasembada bawang putih membutuhkan kerja sama pemerintah pusat dan daerah, Kementerian Pertanian, Polri, BUMN, dunia usaha, kelompok tani, perguruan tinggi, lembaga penelitian, serta seluruh pihak terkait.
“Swasembada bawang putih tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Semua harus bekerja sama, mulai dari pemerintah, Polri, petani, dunia usaha, perguruan tinggi, hingga lembaga penelitian,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa keberhasilan swasembada tidak hanya ditentukan oleh peningkatan luas tanam dan produksi, tetapi juga oleh kepastian keuntungan dan pasar bagi petani. Komisi IV DPR RI, lanjut Titiek, akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan pengembangan pertanian nasional.
Ketergantungan impor bawang putih yang masih berada pada kisaran 90 hingga 95 persen menjadi salah satu tantangan utama dalam mewujudkan swasembada komoditas tersebut. Program penanaman dan panen raya di Sembalun diharapkan dapat memperkuat sentra produksi bawang putih, meningkatkan kesejahteraan petani, mengurangi ketergantungan terhadap impor, serta mendukung target swasembada bawang putih nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....