Hari Jadi Lombok Timur ke-131 Momentum Perkuat Pembangunan Daerah

  • 01 Sep 2026 09:16 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Peringatan Hari Jadi Kabupaten Lombok Timur ke-131 digelar di Lapangan Tugu dengan rangkaian kegiatan yang melibatkan pemerintah daerah, tokoh agama, pelaku UMKM, organisasi masyarakat, hingga warga. Senin, 31 Agustus 2026. Momentum tersebut tidak hanya menjadi peringatan sejarah berdirinya Lombok Timur, tetapi juga menjadi ajang refleksi dan penguatan semangat bersama untuk membangun daerah.

Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin dalam sambutannya mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai sejarah terbentuknya Lombok Timur. Ia menjelaskan bahwa perjalanan sejarah Lombok Timur tidak terlepas dari berbagai perubahan pembagian wilayah pemerintahan hingga terbentuknya Lombok Timur sebagai daerah tersendiri.

“Ini perlu kita ketahui sebagai adik-adik kami yang sedang menjadi siswa dan mahasiswa, terutama siswa-siswa, karena kita punya sejarah. Kita ada karena sejarah kita ada,” kata Haerul Warisin.

Menurutnya, penetapan 31 Agustus sebagai Hari Jadi Lombok Timur penting agar generasi muda mengetahui identitas dan perjalanan panjang daerahnya. Hari Jadi tidak sekadar menjadi perayaan tahunan, tetapi momentum untuk memahami sejarah sekaligus melihat kembali capaian pembangunan yang telah dilakukan para pendahulu.

Haerul Warisin juga menyampaikan apresiasi kepada para Bupati terdahulu yang telah meletakkan dasar pembangunan Lombok Timur. Ia menilai hasil pembangunan yang dirasakan saat ini merupakan bagian dari proses panjang yang dibangun oleh para pendahulu.

“Adanya Lombok Timur seperti ini karena adanya para pendahulu kita. Tugas kita sekarang adalah menjaga dan terus membangun apa yang menjadi peninggalan-peninggalan para pendahulu kita,” ujarnya.

Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan perbedaan sebagai bagian dari dinamika kehidupan bermasyarakat dan pemerintahan tanpa menghilangkan tujuan bersama untuk memajukan daerah. Ia menekankan pentingnya memperkuat persaudaraan dan menyatukan seluruh elemen masyarakat dalam semangat bahwa Lombok Timur merupakan rumah bersama.

“Perbedaan masa, perbedaan zaman, mungkin juga perbedaan cara, pilihan dan cara melayani masyarakat adalah bagian daripada dinamika. Namun, tujuannya tetap bagaimana untuk memajukan Kabupaten Lombok Timur secara bersama-sama,” katanya.

Dikatakannya, pembangunan Lombok Timur ke depan tidak boleh hanya diukur dari pembangunan jalan, gedung, maupun infrastruktur fisik, tetapi juga harus terlihat dari meningkatnya kualitas kehidupan masyarakat. Pemerintah daerah menargetkan masyarakat yang semakin sehat, berpendidikan, produktif, sejahtera, serta hidup dalam suasana yang religius dan saling menghormati.

“Kita ingin pembangunan yang bukan hanya terlihat dari jalan dan gedungnya, tetapi juga ingin memperjuangkan bagaimana supaya itu terlihat di rumah-rumah masyarakat. Kita ingin anak-anak Lombok Timur memiliki masa depan yang cerah dan lebih baik,” ujar Bupati.

Sementara itu, TGH. M. Zainul Majdi atau TGB dalam Tablikh Akbar menekankan pentingnya masyarakat Lombok Timur terus membangun kapasitas diri, memperkuat perekonomian, serta menjadikan potensi daerah sebagai sumber kesejahteraan masyarakat. Ia menilai semangat masyarakat untuk merantau dapat menjadi bagian dari proses pengembangan kapasitas pribadi yang pada akhirnya memberikan manfaat bagi daerah.

TGB juga mengingatkan bahwa Lombok Timur merupakan daerah dengan jumlah penduduk terbesar di NTB sehingga memiliki tantangan pembangunan yang besar. Kondisi tersebut, menurutnya, harus dipandang sebagai peluang bagi masyarakat untuk terus belajar dan menyelesaikan berbagai persoalan secara bersama-sama.

Menurut TGB, pembangunan Lombok Timur perlu ditopang karakter masyarakat yang kuat, kerja keras, kemampuan membangun diri, serta semangat untuk terus memperbaiki kehidupan. Seluruh potensi tersebut perlu diperkuat dengan nilai-nilai agama yang telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Lombok Timur.

“Lombok Timur ini juga tempat yang religius, sangat banyak masjid di sini, sangat banyak pondok pesantren, tuan guru, pengajian dan majelis taklim. Jadikan itu sebagai aset yang tidak terlihat tetapi kegunaannya luar biasa untuk membangun Lombok Timur,” ujarnya.

TGB juga mengajak masyarakat memanfaatkan berbagai potensi yang dianugerahkan Allah SWT untuk meningkatkan kesejahteraan, mulai dari pendidikan, ekonomi, kehidupan sosial hingga pengembangan potensi daerah. Dikatakannya, seluruh nikmat tersebut harus diiringi dengan rasa syukur dan pengelolaan yang baik.

Dalam rangkaian Hari Jadi tersebut, Pemkab Lombok Timur menggelar sejumlah kegiatan, di antaranya penggalangan dana bagi korban gempa di Nusa Tenggara Timur yang dihimpun dari aparatur sipil negara, guru, tenaga kesehatan, serta tenaga teknis lainnya. Selain itu, Pemkab Lombok Timur menggelar bazar UMKM yang diikuti puluhan pelaku usaha lokal pada 30-31 Agustus, disertai pentas hiburan rakyat. Rangkaian kegiatan juga diisi tabligh akbar sebagai ruang muhasabah dan dialog antara pemerintah, masyarakat, serta pemangku kepentingan.

Pemerintah daerah juga membuka ruang penyampaian aspirasi masyarakat melalui perwakilan kader Posyandu, Forum Komunikasi Kepala Desa Lombok Timur, dan pelaku pariwisata. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyediaan makan malam gratis bagi sekitar 10 ribu warga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....