Kekeringan Diperkirakan Berlanjut hingga 2027, KLU Perlu Perkuat Mitigasi Air
- 31 Agt 2026 14:52 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Utara – Ancaman kekeringan menjadi tantangan yang perlu diantisipasi Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, seiring potensi berlangsungnya kondisi kering dalam jangka waktu yang lebih panjang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Utara mencatat sekitar 90 dusun mengalami kekeringan pada 2025. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kebutuhan air bersih masyarakat dapat meningkat ketika sumber air mulai berkurang selama musim kemarau.
Kepala BPBD Lombok Utara, M. Zaldi Rahadian, mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp105 juta untuk mendukung pemenuhan dan distribusi air bersih di wilayah daratan.
Menurut Zaldi, distribusi air bersih membutuhkan biaya yang tidak sedikit, terutama untuk pengangkutan air menuju wilayah yang mengalami kekurangan pasokan.
“Untuk distribusi di daratan, pos anggaran yang tersedia sekitar Rp105 juta, dengan biaya pengangkutan lebih tinggi,” ujarnya, Minggu 30 Agustus 2026.
BPBD Lombok Utara saat ini memiliki dua armada yang masih beroperasi untuk mendukung distribusi air bersih. Namun, untuk mengantisipasi kebutuhan yang lebih besar, distribusi juga didukung PMI dan Bank NTB Syariah.
| Baca juga: Mataram Masih Aman dari Dampak Kekeringan |
Keterlibatan sejumlah pihak dinilai penting mengingat kemampuan armada pemerintah masih terbatas dibandingkan potensi kebutuhan masyarakat apabila wilayah terdampak kekeringan kembali meluas.
Ancaman kekeringan juga tidak hanya menjadi persoalan musiman. Berdasarkan analisis BMKG yang menjadi perhatian pemerintah daerah, kondisi kekeringan di Provinsi Nusa Tenggara Barat diperkirakan dapat berlangsung hingga 2027.
Kondisi tersebut menunjukkan perlunya strategi penanganan yang tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan air ketika terjadi krisis.
Pemerintah daerah perlu memperkuat langkah mitigasi jangka panjang, di antaranya melalui pemetaan kawasan rawan kekeringan, penguatan sumber air, pembangunan sarana penampungan, serta peningkatan koordinasi antarlembaga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....