Damkar KLU Waspadai Ancaman Kebakaran di Rumah Adat dan Destinasi Wisata
- 31 Agt 2026 14:50 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Utara – Ancaman kebakaran tidak hanya menjadi perhatian di kawasan permukiman dan hutan. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Lombok Utara juga mewaspadai risiko kebakaran di kawasan rumah adat dan destinasi wisata yang memiliki karakter bangunan serta lingkungan tertentu.
Sekretaris Damkar Lombok Utara, Erwin Rahadi, mengatakan keberadaan rumah tradisional dengan material yang mudah terbakar membutuhkan perhatian khusus dalam upaya pencegahan kebakaran.
Hal tersebut menjadi pelajaran setelah terjadinya kebakaran di kawasan rumah adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah.
Menurut Erwin, kondisi serupa perlu diantisipasi di Lombok Utara, terutama pada kawasan rumah adat yang memiliki bangunan tradisional dengan penggunaan material seperti bambu dan jerami.
“Kawasan rumah tradisional berbahan bambu dan jerami seperti yang terdapat di Bayan memerlukan perhatian khusus,” kata Erwin, Minggu 30 Agustus 2026.
Ia menilai penanganan kebakaran tidak bisa sepenuhnya bergantung pada kedatangan petugas pemadam. Keterlibatan masyarakat sekitar justru menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah api membesar pada menit-menit awal kejadian.
Karena itu, Damkar mendorong masyarakat yang berada di sekitar kawasan rawan untuk memiliki pengetahuan dan kemampuan melakukan tindakan awal ketika terjadi kebakaran.
“Sebelum petugas datang, masyarakat harus sudah bisa melakukan langkah awal untuk memperkecil risiko kebakaran. Karena itu pelatihan dan penyediaan peralatan dasar sangat penting,” ujarnya.
Menurut Erwin, keberadaan masyarakat sebagai garda terdepan menjadi penting karena waktu tempuh menuju lokasi kejadian dapat dipengaruhi jarak dan kondisi geografis.
Dengan penanganan awal yang tepat, api diharapkan dapat dikendalikan sebelum berkembang dan meluas ke bangunan lain.
Damkar Lombok Utara juga terus melakukan pendekatan kepada masyarakat melalui kegiatan sosialisasi, meskipun program tersebut masih terkendala keterbatasan anggaran.
Petugas turun ke desa-desa dan berkoordinasi dengan kepala dusun maupun masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Damkar juga telah memiliki pemetaan wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran. Data tersebut menjadi salah satu acuan dalam menentukan wilayah yang perlu mendapatkan prioritas edukasi dan pencegahan.
Erwin mengatakan perhatian terhadap pencegahan semakin penting karena Lombok Utara memiliki banyak kawasan wisata. Aktivitas wisata yang tinggi perlu diimbangi dengan sistem mitigasi kebakaran yang memadai.
Selain rumah adat, fasilitas wisata dan kawasan permukiman yang berada di sekitar destinasi juga perlu memiliki kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran.
Ia berharap dukungan pemerintah daerah dapat diperkuat, terutama dalam penyediaan peralatan pemadaman awal, pelatihan masyarakat, armada pemadam, hingga kendaraan rescue.
“Lombok Utara memiliki banyak destinasi wisata dan kawasan rumah adat yang membutuhkan perlindungan maksimal dari ancaman kebakaran,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....