Binmas Perairan, Satpolairud Polres Bima Sambangi Warga Pesisir
- 31 Agt 2026 15:03 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Bima - Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Bima Kabupaten, Polda NTB, terus meningkatkan kegiatan pembinaan masyarakat (Binmas) perairan sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah pesisir dan perairan Teluk Bima.
Kasat Polairud, Polres Bima Iptu Dedi Rizaldi menerangkan, kegiatan Binmas perairan tersebut rutin dilaksanakan personel Satpolairud dengan menyambangi masyarakat pesisir, khususnya para nelayan dan pengguna jasa transportasi laut.
"Tim kami hadir secara langsung membantu aktivitas masyarakat di kawasan dermaga tradisional," katanya, Senin 31 Agustus 2026.
Dia menambahkan, para personel juga mendatangi Dermaga Tradisional Bajo. Kehadiran polisi tidak hanya untuk menyampaikan pesan-pesan keamanan, tetapi juga membantu masyarakat dengan ikut menurunkan barang bawaan penumpang dari kapal atau boot yang tiba di dermaga.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendekatan humanis kepolisian kepada masyarakat pesisir.
"Dengan turun langsung ke lapangan, personel Satpolairud dapat berinteraksi sekaligus menyerap berbagai informasi dan kondisi yang berkembang di tengah masyarakat pengguna jasa transportasi laut maupun para nelayan," ucapnya menegaskan.
Dalam kesempatan itu, timnya memberikan perhatian khusus terhadap keselamatan nelayan dan masyarakat yang melakukan aktivitas di laut.
Para nelayan diimbau agar selalu mewaspadai perubahan kondisi cuaca, terutama potensi cuaca ekstrem, gelombang tinggi dan angin kencang yang dapat membahayakan keselamatan saat melaut.
"Kami mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mengandalkan kondisi cuaca saat hendak berangkat, tetapi juga secara aktif memonitor informasi dan peringatan cuaca dari BMKG," ujarnya.
Nelayan diminta mengikuti petunjuk serta peringatan BMKG sebelum memutuskan untuk berlayar maupun melakukan aktivitas di wilayah perairan.
Kata dia, langkah tersebut dinilai penting sebagai bentuk pencegahan terhadap kecelakaan laut yang dapat terjadi akibat perubahan cuaca secara tiba-tiba.
"Selain keselamatan pelayaran, kami dari Satpolairud juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan laut," ungkapnya.
Para nelayan diberikan pemahaman agar tidak melakukan praktik penangkapan ikan menggunakan bahan kimia berbahaya seperti potasium maupun bahan peledak atau bom ikan.
Penggunaan bahan-bahan tersebut tidak hanya berbahaya bagi keselamatan pelaku dan masyarakat lainnya, tetapi juga dapat menyebabkan kerusakan serius terhadap lingkungan laut, habitat ikan, terumbu karang serta ekosistem perairan.
Karena itu, masyarakat nelayan diajak untuk menggunakan cara-cara penangkapan ikan yang aman, ramah lingkungan dan tidak merusak sumber daya laut yang menjadi tempat bergantungnya kehidupan masyarakat pesisir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....