Tenun Bayan Makin Langka, Dekranasda NTB Dorong Regenerasi Penenun Muda
- 31 Agt 2026 07:13 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Utara– Di tengah semarak pengakuan nasional terhadap Mulud Adat Bayan, perhatian terhadap keberlangsungan tenun tradisional Bayan turut mengemuka. Keterampilan menenun dinilai perlu segera diwariskan kepada generasi muda agar salah satu identitas budaya Lombok Utara itu tidak terputus.
Ketua Dekranasda NTB Sinta M. Iqbal menyampaikan kekhawatiran tersebut saat membuka rangkaian Mulud Adat Bayan dan parade "Seribu Jong Bayan" di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Kamis 27 Agustus 2026.
Menurut Sinta, kain tenun khas Bayan memiliki keunikan motif dan filosofi yang membedakannya dengan kain tenun dari daerah lain di Nusa Tenggara Barat.
Namun, keberadaan kain tenun tersebut kini semakin sulit ditemukan. Bahkan, menurutnya, kain tenun khas Bayan semakin langka hingga di Kota Mataram.
"Kain tenunan dari wilayah ini memiliki keunikan dari daerah lain di Provinsi NTB," kata Sinta.
Karena itu, Sinta meminta Pemerintah Kabupaten Lombok Utara mengambil langkah konkret untuk memperkuat regenerasi penenun, salah satunya dengan mengenalkan keterampilan menenun kepada pelajar.
Ia mendorong agar kegiatan belajar menenun dapat diperkenalkan di sekolah-sekolah di wilayah Bayan dan daerah lain di Lombok Utara.
"Saya meminta kepada pemerintah KLU agar di setiap sekolah yang ada di wilayah ini diajarkan kepada siswa-siswinya untuk bertenun, supaya tenun tidak punah," tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....