Mulud Adat Bayan Masuk KEN, Tradisi Leluhur Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Lokal
- 31 Agt 2026 07:13 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Utara- Tradisi Mulud Adat Bayan tidak lagi hanya menjadi ritual budaya masyarakat adat, tetapi mulai diarahkan menjadi kekuatan baru bagi pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Lombok Utara (KLU), Nusa Tenggara Barat.
Pengakuan tersebut menguat setelah Mulud Adat Bayan ditetapkan sebagai salah satu dari 125 event yang masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI.
Status tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat Bayan untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada wisatawan sekaligus memastikan manfaat ekonomi dari penyelenggaraan event dapat dirasakan masyarakat.
Tradisi sakral yang digelar secara turun-temurun itu kembali berlangsung pada Kamis 27 Agustus 2028, ditandai dengan pembukaan parade "Seribu Jong Bayan" yang menarik perhatian ribuan pengunjung.
Ketua Dekranasda NTB Sinta M. Iqbal secara resmi membuka rangkaian kegiatan tersebut. Hadir dalam acara itu jajaran Forkopimda KLU, Sekda KLU Sahabudin, Asisten Deputi Event Daerah Kementerian Pariwisata Reza Fahlevi, Ketua GOW RR. Pungky Kusmalahadi Syamsuri, Camat Bayan Johansyah, serta pemuka adat dan tokoh masyarakat.
Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata RI, Reza Fahlevi, mengatakan masuknya Mulud Adat Bayan dalam KEN membawa tanggung jawab yang lebih besar bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan pariwisata daerah.
Menurutnya, KEN bukan sekadar pengakuan atau label prestisius terhadap sebuah event. Lebih dari itu, status tersebut harus mampu memperkuat ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
"Ukuran keberhasilan sebuah event bukan hanya seberapa ramai acaranya, namun seberapa besar manfaat yang kembali kepada masyarakat," kata Reza.
Ia menjelaskan, event budaya seperti Mulud Adat Bayan diharapkan mampu menciptakan efek berganda bagi masyarakat. Peningkatan kunjungan wisatawan harus diikuti dengan terbukanya peluang usaha dan lapangan kerja baru.
Pelaku UMKM, perajin, pelaku kuliner, penyedia jasa transportasi hingga sektor ekonomi kreatif lainnya diharapkan dapat mengambil manfaat dari meningkatnya aktivitas wisata selama pelaksanaan event.
"Langkah ini merupakan strategi untuk memperkuat ekosistem daerah sekaligus menjadikan kekayaan budaya bangsa Indonesia sebagai kekuatan ekonomi dan daya tarik pariwisata," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....