BPBD Kabupaten Bima Siapkan Penanganan Kekeringan

  • 30 Agt 2026 15:44 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Bima - Musim kemarau yang disertai cuaca panas mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih bagi masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Bima. Kondisi tersebut mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima melakukan langkah penanganan dan distribusi air bersih kepada warga terdampak.

Kepala BPBD Kabupaten Bima, Abdul Muis mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap daerah yang mengalami kekurangan air bersih akibat kekeringan.

Kali ini BPBD mendistribusikan bantuan air bersih di dua kecamatan, yakni Kecamatan Woha dan Kecamatan Bolo. Untuk Kecamatan Woha, mereka membagikan sebanyak 10.000 liter air bersih atau dua rit disalurkan kepada 135 KK dengan jumlah 427 jiwa.

Kemudian Dusun Muku, Desa Sanolo, Kecamatan Bolo, BPBD menyalurkan 5.000 liter air bersih kepada 41 KK atau sebanyak 122 jiwa.

Dengan demikian, total bantuan yang disalurkan pada dua lokasi tersebut mencapai 15.000 liter air bersih, yang diperuntukkan bagi 176 KK atau 549 jiwa.

Abdul Muis mengatakan penanganan kekeringan dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil pemantauan dan laporan dari wilayah yang mengalami kesulitan air bersih.

"Tim terus melakukan koordinasi dengan camat, Kapolsek, Koramil dan pemerintah desa untuk melihat kondisi masyarakat terdampak, melakukan pendataan serta kaji cepat," katanya.

Selain pasokan air bersih, BPBD Kabupaten Bima mencatat tandon air menjadi salah satu kebutuhan mendesak bagi masyarakat di wilayah terdampak.

Keberadaan tandon dinilai penting agar air yang didistribusikan dapat ditampung dan digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari secara lebih teratur.

BPBD Kabupaten Bima juga terus berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menentukan bentuk penanganan sesuai kewenangan masing-masing.

Menurut Abdul Muis, kondisi kekeringan harus ditangani secara bersama-sama karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

Karena itu, masyarakat juga diminta berperan aktif dengan menggunakan air secara hemat selama musim kemarau.

"Kami mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak, efektif dan efisien," ujarnya.

Di tengah musim kemarau, BPBD Kabupaten Bima juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mewaspadai kekeringan.

Perubahan cuaca ekstrem tetap berpotensi memicu sejumlah bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, angin puting beliung dan tanah longsor. Ancaman kebakaran hutan dan lahan juga perlu mendapat perhatian masyarakat selama kondisi cuaca panas dan kering.

Selain itu, BPBD mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi wabah penyakit, termasuk rabies.

Masyarakat yang menemukan kondisi darurat diminta segera menyampaikan laporan kepada BPBD Kabupaten Bima maupun pemerintah di tingkat kecamatan dan desa.

Laporan juga dapat disampaikan melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Abdul Muis menegaskan BPBD Kabupaten Bima akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, aparat keamanan serta organisasi perangkat daerah terkait, termasuk dengan Pemerintah Provinsi NTB.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat terdampak kekeringan tetap mendapatkan akses air bersih dan bantuan sesuai kebutuhan di lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....