Program GEF-8 FSIP Livestock Mulai Dieksekusi Bulan Depan

  • 28 Agt 2026 13:13 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu – Program hibah Global Environment Facility (GEF)-8 Food Systems Integrated Program (FSIP) Livestock yang melibatkan Food and Agriculture Organization (FAO) bersama pemerintah pusat, mulai dieksekusi di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.

Program yang sebelumnya direncanakan mulai berjalan pada 2025 tersebut, kini memasuki tahap pelaksanaan dan dijadwalkan berlangsung mulai September 2026 hingga 2031.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu, Ilham, mengatakan program tersebut akan difokuskan pada pengembangan sistem peternakan yang terintegrasi, berkelanjutan, ramah lingkungan, sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan peternak.

Menurutnya, FSIP Livestock merupakan bagian dari upaya transformasi sistem pangan, sehingga sektor peternakan tidak lagi hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan, ketahanan terhadap perubahan iklim, inklusivitas, dan pengurangan polusi.

“Jadi bukan hanya bagaimana meningkatkan produksi ternak, tetapi juga bagaimana rantai nilai, lingkungan dan tata kelolanya dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujar Ilham, Jum’at, 28 Agustus 2026.

Pendekatan FSIP mendorong perubahan dari sistem peternakan konvensional yang selama ini cenderung terfragmentasi menuju sistem peternakan terpadu.

Dalam konsep tersebut, aspek produksi, rantai nilai, pengelolaan lingkungan hingga tata kelola peternakan akan menjadi satu kesatuan yang saling mendukung.

Secara nasional, proyek GEF-8 FSIP-Livestock Indonesia mendapat dukungan hibah sekitar Rp237,2 miliar untuk periode 2026–2031.

Program tersebut mencakup pengembangan praktik peternakan terpadu pada kawasan sekitar 275 ribu hektare yang tersebar di Lampung, Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan Timur.


Khusus di Provinsi Nusa Tenggara Barat, program ini hanya dilaksanakan di dua daerah, yakni Kabupaten Dompu dan Kabupaten Sumbawa.

Ilham menjelaskan, pelaksanaan program di Dompu diharapkan tidak hanya memberikan dampak terhadap peningkatan produksi peternakan, tetapi juga memperkuat posisi peternak dalam rantai usaha.

Penguatan rantai nilai dan akses pasar, peningkatan kapasitas peternak, pengembangan inovasi, akses terhadap pembiayaan serta keterlibatan pelaku usaha menjadi bagian penting dalam program tersebut.

“Peternak tidak hanya didorong untuk menghasilkan ternak, tetapi juga bagaimana hasil produksinya memiliki nilai ekonomi yang lebih baik dan memiliki akses pasar,” katanya.

Program GEF-8 FSIP Livestock juga memberikan perhatian kepada kelompok peternak kecil, perempuan dan kelompok rentan.

Pelibatan kelompok tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan manfaat program dapat dirasakan secara lebih luas dan tidak hanya dinikmati oleh pelaku usaha peternakan skala besar.

Secara nasional, program ini menargetkan peningkatan kesejahteraan sekitar 50 ribu keluarga petani. Selain itu, program diharapkan mampu menurunkan dan menyerap emisi lebih dari 10,8 juta ton CO₂-ekuivalen.

Bagi Kabupaten Dompu, pelaksanaan program ini menjadi peluang untuk memperkuat pembangunan sektor peternakan dengan pendekatan baru yang tidak hanya mengejar produktivitas, tetapi juga menjaga keberlanjutan sumber daya alam.

Dengan pelaksanaan hingga 2031, pemerintah daerah berharap program tersebut mampu membangun ekosistem peternakan yang lebih tangguh menghadapi perubahan iklim, rendah polusi, memiliki rantai usaha yang kuat, serta pada akhirnya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat peternak di Dompu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....