Unram Kerahkan 61 Personel dan Salurkan Bantuan bagi Korban Gempa
- 26 Agt 2026 15:27 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Universitas Mataram (Unram) menunjukkan kepedulian dan komitmennya terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui penyaluran bantuan kemanusiaan serta pengerahan tenaga kesehatan, dosen, dan mahasiswa ke lokasi terdampak.
Sebanyak 61 orang yang terdiri atas tenaga kesehatan (nakes), dosen, dan mahasiswa Unram diterjunkan untuk mendukung penanganan dan pemulihan masyarakat di wilayah terdampak. Kegiatan kemanusiaan tersebut difokuskan pada dua wilayah, yaitu Dampek, Kabupaten Manggarai Timur, dan Kampung Lehot, Kabupaten Manggarai Tengah.
Bantuan yang diberikan merupakan bentuk solidaritas sivitas akademika Unram terhadap masyarakat NTT yang terdampak bencana. Selain bantuan logistik, keterlibatan langsung tenaga nakes, dosen, dan mahasiswa di lapangan diharapkan dapat memberikan dukungan nyata bagi masyarakat dalam menghadapi kondisi pascabencana.
Secara keseluruhan, Unram menghimpun donasi total Rp 110 juta yang berasal dari berbagai unsur di lingkungan universitas. Dukungan tersebut melibatkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sebesar Rp 30 juta, Rektorat sebesar Rp 35 juta, bantuan dalam bentuk obat-obatan sebesar Rp 28 juta, serta dukungan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) sebesar Rp 17 juta.
Bantuan tersebut diwujudkan dalam bentuk kebutuhan pokok, obat-obatan, serta berbagai kebutuhan mendesak masyarakat terdampak gempa. Penyaluran dilakukan secara langsung di lokasi agar bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
Selain memberikan bantuan secara langsung, Unram juga memberikan perhatian terhadap keberlanjutan pendidikan mahasiswa asal NTT yang terdampak bencana. Sebanyak 138 mahasiswa asal NTT mendapatkan pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebagai bentuk dukungan Unram agar kondisi bencana tidak menjadi hambatan bagi keberlangsungan pendidikan mereka.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari komitmen Unram untuk tidak hanya hadir dalam penanganan situasi darurat, tetapi juga mendukung pemulihan jangka panjang masyarakat dan mahasiswa yang terdampak bencana.
Rektor Unram melalui Kepala LPPM Unram, Dr. Andi Chairil Ichsan, M.Si., sekaligus Koordinator Konsorsium Trilateral Indonesia Timur (KTIT), menyampaikan bahwa keterlibatan sivitas akademika dalam respons kebencanaan merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat serta kontribusi dan kolaborasi Unram untuk KTIT.
“Universitas Mataram berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat yang terdampak bencana dan peran serta Unram dalam keterlibatannya di Konsorsium Trilateral Indonesia Timur. Kehadiran tenaga kesehatan, dosen, dan mahasiswa di lapangan merupakan bentuk solidaritas sekaligus pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat dan mendukung proses pemulihan pascabencana,” demikian disampaikan dalam kegiatan penyaluran bantuan, Selasa 25 Agustus 2026.
Keterlibatan 61 personel di lapangan juga menjadi bagian dari pembelajaran kemanusiaan bagi mahasiswa. Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan sosial dan kebencanaan, mahasiswa tidak hanya menerapkan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga membangun kepedulian, empati, kemampuan bekerja sama, dan tanggung jawab sosial.
Unram berharap sinergi antara sivitas akademika, pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak dapat terus diperkuat untuk mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak gempa di NTT.
Bagi Unram, bantuan kemanusiaan bukan sekadar penyaluran logistik, tetapi merupakan bentuk nyata dari semangat “Unram Hadir untuk Masyarakat” dan komitmen perguruan tinggi untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam situasi kebencanaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....