Pemprov NTB Bentuk Satgas untuk Pulihkan dan Tata Kembali Desa Adat Sade
- 26 Agt 2026 11:11 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Pemprov NTB membentuk satgas untuk mempercepat pemulihan dan penataan kembali Desa Adat Sade pascakebakaran.
- Kebakaran berdampak pada 120 KK atau sekitar 320 jiwa dan merusak 75 rumah adat serta sejumlah bangunan tradisional.
RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk menangani pemulihan dan penataan kembali Desa Adat Sade di Desa Rembitan, Kabupaten Lombok Tengah, setelah kawasan tersebut dilanda kebakaran pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Satgas dibentuk untuk mempercepat pemulihan kawasan yang terdampak sekaligus memastikan proses rehabilitasi dan penataan kembali kawasan adat serta destinasi wisata Sade berjalan terkoordinasi.
Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin mengatakan satgas akan dipimpin oleh Asisten II Setda Pemprov NTB. Pembentukan tim tersebut menjadi langkah pemerintah untuk menyatukan penanganan lintas organisasi perangkat daerah setelah kebakaran melanda kawasan permukiman adat itu. "Sudah diputuskan, satgas penanganan Desa Adat Sade ini dipimpin Asisten II Setda Pemprov NTB," kata Sadimin, Rabu 26 Agustus 2026.
Menurut Sadimin, satgas memiliki tiga fokus utama. Pertama, mempercepat proses pemulihan kawasan yang terdampak kebakaran. Kedua, mengoordinasikan rencana rehabilitasi. Ketiga, membagi tugas dan peran antarinstansi agar penanganan berjalan terarah.
"Intinya, satgas ini dibentuk agar pemulihan dan rehabilitasi bisa dilakukan secara terkoordinasi, termasuk pembagian peran masing-masing instansi," ujarnya.
Data BPBD NTB menunjukkan kebakaran berdampak pada 120 kepala keluarga atau sekitar 320 jiwa. Sebanyak 75 rumah adat dan satu masjid dilaporkan mengalami kerusakan.
Kebakaran juga merusak sejumlah bangunan tradisional yang menjadi bagian dari kawasan Desa Adat Sade. Kerusakan tercatat pada delapan lumbung alang-alang, 69 arsop, empat berugak besar, enam berugak sekepat, serta satu bale belik.
Sejumlah fasilitas umum dan pendukung pariwisata turut terdampak, termasuk satu fasilitas kawasan wisata dan satu gerbang adat. Besaran kerugian akibat kebakaran hingga kini masih dihitung pemerintah. Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah sebelumnya memperkirakan total kerugian mencapai Rp34 miliar, namun angka tersebut belum menjadi perhitungan resmi BPBD NTB.
"Untuk nilai kerugian, kami masih melakukan penghitungan. Angka Rp34 miliar itu merupakan estimasi yang disampaikan Pemkab Lombok Tengah," kata Sadimin.
Penanganan bantuan bagi warga terdampak saat ini dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. Sementara itu, BPBD NTB memberikan dukungan berupa tenda, terpal, dan sejumlah kebutuhan darurat lainnya.
"Penanganan bantuan masyarakat berada di Lombok Tengah. Dari BPBD NTB kami mendukung dengan tenda, terpal, dan kebutuhan darurat lainnya," ujar Sadimin.
Pembentukan satgas diharapkan tidak hanya mempercepat pemulihan warga, tetapi juga menjadi langkah awal untuk menata kembali Desa Adat Sade sebagai kawasan adat sekaligus destinasi wisata unggulan NTB.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....