Muswil LDII NTB Jadi Panggung Cetak Pemimpin Religius dan Profesional
- 25 Agt 2026 12:45 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Nusa Tenggara Barat menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat arah organisasi sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang profesional, religius, dan berkarakter menghadapi tantangan masa depan.
Mengusung tema “Membangun Sumber Daya Manusia Profesional Religius melalui Kolaborasi dan Sinergi Bersama Menuju NTB Makmur Mendunia”, Muswil VIII LDII NTB digelar di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB, Selasa 25 Agustus 2026.
Ketua Umum DPP LDII, H. Dody Taufik Wijaya, AK, M.Com, CA, dalam sambutannya menempatkan penguatan organisasi, regenerasi kepemimpinan, serta kolaborasi lintas sektor sebagai agenda penting dalam perjalanan LDII lima tahun mendatang.
Menurutnya, organisasi harus terus bergerak mengikuti perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang menjadi pijakan utama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Muswil bukan hanya agenda rutin organisasi, tetapi menjadi momentum untuk melakukan evaluasi, memperkuat konsolidasi, menetapkan kepemimpinan, sekaligus menyusun arah kebijakan untuk lima tahun ke depan,” ujarnya.
Dody yang terpilih sebagai Ketua Umum DPP LDII masa bakti 2026–2031 melalui Munas X LDII itu juga memberikan apresiasi terhadap berbagai capaian pembangunan di NTB. Ia melihat daerah ini memiliki ruang besar untuk terus berkembang melalui sektor ekonomi, ekonomi syariah, pariwisata, hingga pengembangan masyarakat.
Namun, katanya, kemajuan daerah tidak cukup hanya diukur dari pertumbuhan pembangunan fisik dan ekonomi. Peningkatan kualitas manusia harus berjalan beriringan agar pembangunan mampu menghasilkan masyarakat yang memiliki kompetensi, keimanan, serta karakter yang kuat.
“SDM yang profesional dan religius menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan yang semakin cepat,” ucapnya.
Dalam arah kepengurusan baru DPP LDII, Dody menegaskan pentingnya membangun organisasi yang lebih ramping, lincah, dan responsif terhadap perkembangan masyarakat, bangsa, serta dinamika global.
Salah satu konsep yang mendapat perhatian adalah generative leadership, yakni pola kepemimpinan yang tidak berhenti pada kemampuan memimpin organisasi, tetapi juga mampu melahirkan pemimpin-pemimpin baru.
Karena itu, kader muda dinilai perlu memperoleh ruang, pengalaman, dan tanggung jawab secara bertahap, mulai dari tingkat pusat hingga struktur organisasi di tingkat paling bawah.
Dody mengatakan, regenerasi bukan sekadar pergantian figur, melainkan proses menyiapkan generasi penerus yang memiliki kapasitas untuk melanjutkan dan mengembangkan organisasi sesuai kebutuhan zamannya.
Ia kemudian mendorong penguatan konsolidasi hingga tingkat Pimpinan Cabang dan Pimpinan Anak Cabang, termasuk peningkatan kapasitas para pengurus di akar rumput.
“LDII harus memiliki kader yang siap mengambil tanggung jawab dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya menegaskan.
Penguatan organisasi tersebut juga akan didorong melalui sejumlah program cepat atau quick win. Salah satunya adalah memperkuat pelaksanaan delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa.
Bidang tersebut meliputi kebangsaan, keagamaan dan dakwah, pendidikan, kesehatan, ekonomi syariah, ketahanan pangan dan lingkungan, teknologi digital, serta energi baru dan energi terbarukan atau EBET.
Menurut Dody, program tersebut menjadi bagian dari upaya LDII untuk menghadirkan kontribusi yang lebih nyata di tengah masyarakat.
Ia menilai organisasi kemasyarakatan harus mampu membaca perubahan dan tidak hanya terpaku pada pola kerja lama. Tantangan lima tahun ke depan, menurutnya, akan semakin kompleks.
Mulai dari dinamika geopolitik dan geoekonomi global, perubahan iklim, persoalan ketahanan pangan dan energi, hingga dinamika politik menjelang Pemilu 2029 dan Pemilihan Kepala Daerah 2031.
Situasi tersebut, katanya, membutuhkan organisasi yang adaptif dan memiliki kemampuan membangun komunikasi serta kerja sama dengan berbagai pihak.
“Kolaborasi harus terus diperkuat, baik dengan pemerintah, ormas Islam, akademisi, perguruan tinggi, NGO maupun berbagai pemangku kepentingan lainnya,” ujarnya.
Khusus di NTB, Dody mengapresiasi berbagai kontribusi warga LDII melalui kegiatan dakwah bil hal serta pelaksanaan program pengabdian di berbagai bidang.
Menurutnya, kehadiran organisasi harus dapat dirasakan melalui manfaat yang nyata, bukan hanya melalui gagasan dan program di atas kertas.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan keprihatinannya atas musibah kebakaran yang terjadi di Desa Adat Sade. Dody berharap proses konservasi dan revitalisasi kawasan tersebut dapat segera dilakukan agar warisan budaya masyarakat NTB tetap terjaga.
LDII, menurutnya, memiliki tanggung jawab untuk ikut memperkuat persatuan melalui semangat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah Wathoniah, dan ukhuwah Basyariah.
Ia menilai persaudaraan menjadi fondasi penting dalam menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis di tengah derasnya arus perubahan dan perbedaan pandangan.
Menjelang akhir sambutannya, Dody mengajak seluruh warga LDII untuk terus mengamalkan 29 Karakter Luhur sebagai bagian dari pembentukan generasi yang berakhlakul karimah, alim-faqih, dan mandiri.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terseret informasi yang belum jelas kebenarannya, termasuk hoaks, fenomena post-truth, serta berbagai konten media sosial yang berpotensi memicu perpecahan.
Menurutnya, kecakapan dalam menyaring informasi menjadi semakin penting di tengah derasnya arus komunikasi digital.
“Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas. Tetap bekerja dan beribadah dengan tenang dan tawadhu, serta selalu mengedepankan akhlak mulia,” pesannya.
Muswil VIII LDII NTB diharapkan tidak hanya menghasilkan susunan kepengurusan baru, tetapi juga melahirkan program kerja yang mampu memperkuat kontribusi organisasi dalam pembangunan daerah.
Dody menilai semangat kolaborasi dan sinergi perlu terus dijaga agar cita-cita membangun NTB yang makmur dan mendunia dapat diwujudkan melalui peran bersama seluruh elemen masyarakat.
“Semoga Muswil VIII LDII NTB menghasilkan kepengurusan dan program terbaik, sehingga LDII dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan daerah,” katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....