Wabup Nurul Adha Tegaskan Warga tanpa BPJS Wajib Dilayani Puskesmas

  • 25 Agt 2026 12:46 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat — Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, menegaskan bahwa tidak boleh ada masyarakat yang kesulitan memperoleh pelayanan kesehatan di Puskesmas hanya karena belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Penegasan tersebut disampaikan Nurul Adha saat menghadiri kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang dipusatkan di Lapangan Kediri, Jumat 21 Agustus 2026. Dalam kesempatan itu, ia meminta jajaran Dinas Kesehatan, kepala Puskesmas, hingga tenaga medis untuk mengedepankan pelayanan yang cepat, manusiawi, dan tanpa perlakuan diskriminatif.

Menurutnya, pelayanan kesehatan merupakan salah satu bentuk kehadiran pemerintah yang harus benar-benar dirasakan masyarakat, terutama ketika warga membutuhkan pertolongan di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

“Seluruh masyarakat Lombok Barat harus mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik. Jangan sampai ada warga yang datang ke Puskesmas kemudian dipersulit hanya karena tidak memiliki BPJS. Mereka tetap wajib dilayani dengan baik oleh petugas,” ujarnya.

Nurul Adha menilai kualitas pelayanan kesehatan juga menjadi bagian penting dalam mengukur kinerja pemerintah daerah. Karena itu, ia meminta seluruh jajaran kesehatan tidak menjadikan persoalan administrasi sebagai alasan untuk mengabaikan masyarakat yang datang membutuhkan layanan.

“Pelayanan kepada masyarakat harus menjadi perhatian bersama. Kita ingin memastikan seluruh warga memiliki akses yang layak terhadap pelayanan kesehatan,” katanya menegaskan.

Kegiatan GERMAS di Lapangan Kediri tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperoleh berbagai layanan kesehatan secara langsung. Sejumlah kegiatan digelar, mulai dari senam bersama, pemeriksaan kesehatan umum, donor darah hingga penelusuran atau tracing Tuberkulosis (TB) Paru.

Upaya penelusuran kasus TB Paru itu menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah dalam mendeteksi penyakit sejak dini sekaligus mencegah risiko penyebaran di tengah masyarakat. Melalui Dinas Kesehatan, pelaksanaan tracing ditargetkan menjangkau lebih dari 100 titik desa di berbagai wilayah Lombok Barat.

Tidak hanya memperkuat layanan promotif dan preventif, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat juga menambah dukungan terhadap fasilitas pelayanan kesehatan. Dalam kegiatan tersebut, dua unit mobil ambulans diserahkan kepada UPT Puskesmas Lingsar dan UPT Puskesmas Gunungsari.

Tambahan ambulans itu diharapkan dapat memperkuat operasional pelayanan, khususnya dalam mempercepat penanganan kondisi darurat dan proses rujukan pasien dari fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Nurul Adha menyebut pembangunan sektor kesehatan tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah daerah. Keterlibatan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, pemuda, serta seluruh elemen masyarakat dinilai penting untuk membangun kesadaran hidup sehat secara berkelanjutan.

“GERMAS bukan hanya kegiatan seremonial. Budaya hidup sehat harus tumbuh menjadi kesadaran bersama, sehingga masyarakat dapat menjaga kesehatan sekaligus memperoleh pelayanan yang adil ketika membutuhkan,” ucapnya.

Dengan penguatan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat berharap akses pelayanan kesehatan dapat semakin merata hingga ke masyarakat di berbagai wilayah, termasuk bagi warga yang belum memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan.

“Intinya, pelayanan kesehatan harus bisa dirasakan seluruh masyarakat Lombok Barat tanpa terkecuali,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....