Tabungan Rp100 Juta Milik Warga Sade Ludes Terbakar, Tersisa Rp5 Juta

  • 24 Agt 2026 21:04 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Kebakaran yang melanda kawasan Desa Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Sabtu (22/8/2026) malam, tidak hanya menghanguskan rumah adat dan harta benda warga. Tabungan yang dikumpulkan selama puluhan tahun juga ikut menjadi korban.

Sekitar Rp100 juta uang tunai milik salah seorang warga Sade ludes terbakar. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar Rp5 juta yang masih ditemukan dalam kondisi yang dinilai dapat diselamatkan.

Marwan, anak pemilik tabungan, mengatakan uang tersebut merupakan tabungan milik ayahnya yang dikumpulkan sejak sekitar tahun 2000. Sang ayah memilih menyimpan uang secara tunai di rumah dan tidak menabung melalui bank.

“Sudah lama, dari tahun 2000,” kata Marwan.

Menurut Marwan, uang tersebut dikumpulkan sedikit demi sedikit oleh ayahnya dari hasil bekerja sebagai tukang jahit dan mengikuti berbagai kegiatan kesenian tradisional. Uang itu disimpan dalam sebuah kotak kayu yang menyerupai laci dan memiliki kunci. Tabungan tersebut sengaja disimpan sebagai persiapan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk keperluan mendesak.

Saat kebakaran terjadi, sang ayah sempat mengetahui rumahnya terbakar. Namun, ia lebih dahulu berupaya menyelamatkan warga yang berada di sekitar lokasi.

Bahkan, sang ayah sempat hendak kembali ke rumah untuk mengambil uang tabungan. Namun, kobaran api yang semakin membesar membuat upaya tersebut tidak memungkinkan.

Marwan mengatakan keluarganya memilih mengutamakan keselamatan sang ayah dibandingkan menyelamatkan uang.

“Yang penting dia selamat,” ujarnya.

Setelah api padam, sisa uang kemudian ditemukan di antara puing-puing rumah. Sebagian besar uang dalam kondisi hangus dan rusak. Pecahannya beragam, mulai dari Rp20 ribu, Rp50 ribu hingga Rp100 ribu.

Dari sekitar Rp100 juta tabungan yang tersimpan, hanya sekitar Rp5 juta yang masih bisa diselamatkan. Sisa uang tersebut kemudian dikumpulkan untuk selanjutnya diupayakan penukaran melalui prosedur yang berlaku.

Baginya, uang tersebut bukan sekadar uang tunai. Tabungan itu merupakan hasil kerja dan simpanan yang dikumpulkan sang ayah selama lebih dari dua dekade.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....