Bappeda Kabupaten Bima Dorong Penguatan Satu Data Indonesia

  • 24 Agt 2026 11:11 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Bima - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bima terus mendorong penguatan tata kelola statistik sektoral sebagai bagian dari upaya mewujudkan data pemerintahan yang akurat, terpadu dan sesuai dengan standar Satu Data Indonesia (SDI). Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Pembinaan Statistik Sektoral yang melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bima.

Kegiatan ini diikuti Dinas Peternakan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), Dinas Perhubungan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) selaku walidata, serta Bappeda sebagai koordinator data.

Kepala Bappeda Kabupaten Bima, Hariman yang menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut, menyatakan dukungan penuh terhadap pembinaan statistik sektoral yang dilaksanakan BPS.

Menurut Hariman, penguatan tata kelola data menjadi kebutuhan penting dalam proses perencanaan pembangunan.

Data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan kebijakan dan menyusun program pembangunan yang tepat sasaran.

Ia berharap kolaborasi antara Bappeda, Kominfo, BPS dan seluruh perangkat daerah dapat terus diperkuat, terutama melalui pemanfaatan teknologi informasi.

"Data harus menjadi acuan dalam perencanaan pembangunan. Karena itu, kolaborasi antar instansi perlu diperkuat agar data yang digunakan pemerintah benar-benar akurat, terpadu dan dapat dipertanggungjawabkan," demikian arahannya.

Pembinaan statistik sektoral tersebut juga menjadi momentum untuk menyelaraskan kaidah statistik yang digunakan oleh masing-masing perangkat daerah.

Keseragaman tersebut diperlukan agar data yang dihasilkan dapat dibandingkan, diintegrasikan dan dimanfaatkan secara optimal.

Selain meningkatkan kualitas data, penerapan prinsip statistik sektoral diharapkan mampu mencegah terjadinya duplikasi atau perbedaan data antar instansi.

Data yang dikelola secara terpadu juga dinilai akan berdampak terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik karena pemerintah memiliki basis informasi yang lebih jelas dalam menentukan kebutuhan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, BPS Kabupaten Bima turut menekankan pentingnya keberlanjutan kolaborasi setelah kegiatan pembinaan selesai.

Made Yuli Kurniati dari BPS Kabupaten Bima mengatakan, sinergi antar instansi tidak boleh berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi harus dilanjutkan melalui koordinasi dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia.

Menurutnya, kolaborasi dalam penyediaan data akan membantu pemerintah daerah membangun sistem statistik sektoral yang lebih andal.

"Sinergi pasca-kegiatan sangat penting untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada. Dengan kolaborasi penyediaan data, tumpang tindih kegiatan antar instansi dapat dicegah," ujarnya.

Melalui pembinaan tersebut, BPS berharap perangkat daerah semakin memahami peran dan tanggung jawab masing-masing dalam penyelenggaraan statistik sektoral.

Selain menghasilkan data yang berkualitas, penerapan tata kelola statistik yang baik juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan Indeks Pembangunan Statistik (IPS).

Dengan demikian, penguatan statistik sektoral tidak hanya berkaitan dengan penyediaan angka, tetapi menjadi fondasi penting dalam membangun perencanaan pembangunan Kabupaten Bima yang lebih terarah, efektif dan berbasis data.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....