GOW dan DWP Bima Dorong Perempuan Kembangkan Tenun Lokal

  • 21 Agt 2026 20:20 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Bima - Gabungan Organisasi Wanita (GOW) bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bima terus mendorong pemberdayaan perempuan melalui pengembangan kerajinan tenun berbasis potensi lokal. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan pendampingan Pelatihan Pewarnaan Alami Kain Tenun yang digelar dalam rangkaian Program Selasa Menyapa di Kecamatan Palibelo.

Kegiatan yang berlangsung di rumah Kepala Desa Ragi, Kecamatan Palibelo, tersebut melibatkan para peserta tenun serta anggota Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Kabupaten Bima.

Mengusung tema “Dari Alam untuk Warna Lebih Alami”, pelatihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan keterampilan perempuan sekaligus mendorong pengembangan produk tenun Bima agar memiliki nilai tambah dan daya saing.

Ketua GOW Kabupaten Bima Hj Anita H. Irfan Zubaidy, A.Md., bersama Ketua DWP Kabupaten Bima Fitriani Adel Linggi Ardi, S.E memberikan pendampingan sekaligus motivasi kepada para perajin tenun di Desa Ragi.

Anita mengapresiasi kreativitas para perajin yang terus berupaya meningkatkan keterampilan dan melakukan inovasi dalam menghasilkan produk tenun.

Menurutnya, keterampilan yang dimiliki kaum perempuan memiliki peran penting dalam mendukung ekonomi keluarga sekaligus mengembangkan potensi ekonomi daerah.

“Perempuan memiliki peran penting dalam mengembangkan potensi ekonomi keluarga dan daerah. Keterampilan seperti ini perlu terus dikembangkan agar tenun tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga mampu memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap pemanfaatan pewarna alami dapat menjadi salah satu inovasi untuk meningkatkan nilai tambah kain tenun Bima sekaligus memperkuat identitas dan ciri khas produk lokal.

Sementara itu, Ketua DWP Kabupaten Bima Fitriani Adel Linggi Ardi, S.E., menekankan pentingnya peningkatan keterampilan dan kreativitas perempuan yang bergerak di sektor usaha.

Menurutnya, penggunaan bahan-bahan alami dalam proses pewarnaan dapat menghasilkan kain tenun dengan karakter yang khas sekaligus menjadi bagian dari upaya menghasilkan produk yang lebih ramah lingkungan.

"Para peserta juga didorong untuk terus mengeksplorasi berbagai bahan alami yang tersedia di lingkungan sekitar sehingga dapat menghasilkan beragam warna menarik pada kain tenun," ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, sejumlah bahan alami diperkenalkan untuk menghasilkan warna pada kain, di antaranya daun jati, daun kedondong, tawas dan tunjung.

Bahan-bahan tersebut diolah untuk menghasilkan warna alami sekaligus membantu mempertahankan kualitas warna pada kain agar tidak mudah luntur.

Melalui kegiatan ini, GOW, DWP dan IPEMI Kabupaten Bima berharap keterampilan perempuan di tingkat desa semakin berkembang dan dapat membuka peluang usaha baru.

Selain memperkuat UMKM, pengembangan tenun berbasis pewarna alami juga diharapkan mampu menjaga keberlangsungan warisan budaya tenun Bima sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....