Cerita Warga Asal Bima saat Detik-detik Gempa di NTT
- 17 Agt 2026 12:55 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Bima - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu 15 Agustus 2026 pagi. Gempa tersebut berpusat di laut, sekitar 30 kilometer arah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT.
Berdasarkan pemutakhiran parameter gempa, BMKG mencatat gempa terjadi sekitar pukul 05.58.23 Wi dengan kedalaman 15 kilometer. Episentrum gempa berada pada koordinat 8,41 derajat Lintang Selatan dan 121,39 derajat Bujur Timur.
Guncangan gempa kuat tersebut dirasakan di sejumlah wilayah NTT, termasuk Ende, dan getarannya juga terasa hingga wilayah Nusa Tenggara Barat, termasuk Bima.
Salah seorang warga asal Bima yang saat kejadian berada di Ende, bernama Andi, menceritakan detik-detik kepanikan saat gempa mengguncang wilayah tersebut.
Andi mengatakan, ketika gempa terjadi, dirinya sedang berada di rumah kontrakan milik temannya. Saat itu, seluruh penghuni kontrakan sedang tertidur.
"Tiba-tiba datang gempa besar. Kami langsung kaget dan lari menyelamatkan diri," ujar Andi.
Menurutnya, guncangan terasa sangat kuat dan berlangsung sekitar 10 hingga 15 detik. Karena merasakan getaran yang cukup besar, Andi bersama penghuni kontrakan lainnya langsung bergegas keluar rumah.
Sesampainya di luar, ia melihat banyak warga lainnya juga berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.
"Pas di luar banyak warga yang menyelamatkan diri. Getarannya sangat besar," katanya.
Meski merasakan guncangan yang kuat, Andi menyebut kondisi di Ende tidak mengalami kerusakan yang terlalu parah dibandingkan dengan wilayah yang lebih dekat dengan titik pusat gempa.
"Kalau di Ende tidak terlalu banyak rusak. Beda dengan titik lokasi gempa," ungkapnya.
Setelah gempa utama berlalu, kondisi belum sepenuhnya tenang. Andi mengatakan gempa susulan masih terjadi berkali-kali hingga siang menjelang sore.
"Selang beberapa menit sampai jam tiga sore gempa susulan banyak, hanya tidak terlalu besar seperti yang pertama," jelasnya.
Gempa M7,7 tersebut sebelumnya juga memicu peringatan dini tsunami karena episentrum berada di laut. Kondisi tersebut membuat warga di sejumlah wilayah terdampak semakin waspada dan memilih berada di luar rumah untuk sementara waktu.
Bagi Andi, guncangan tersebut menjadi pengalaman yang cukup menegangkan. Ia tidak menyangka gempa yang terjadi saat warga masih tertidur itu tiba-tiba mengguncang dengan kuat dan membuat banyak orang panik menyelamatkan diri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....