Pemprov NTB Kirim 34 Ton Beras dan 55 Nakes ke NTT
- 17 Agt 2026 06:45 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Pemprov NTB mengirim 34 ton beras, bantuan logistik, dan 55 tenaga kesehatan ke NTT kurang dari 24 jam setelah gempa Flores.
- Bantuan ini menjadi bentuk solidaritas NTB sekaligus memperkuat respons kemanusiaan bagi warga terdampak gempa.
RRI.CO.ID, Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengirim 34 ton beras, 55 tenaga kesehatan, serta berbagai kebutuhan dasar untuk membantu masyarakat terdampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tim Solidaritas Kemanusiaan Kerja Sama Regional Bali-NTB-NTT (KR BNN) dilepas Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dari Kantor BPBD NTB, Minggu, 16 Agustus 2026.
Iqbal mengatakan pengiriman bantuan merupakan bentuk solidaritas NTB kepada masyarakat NTT yang sedang menghadapi masa tanggap darurat. Menurut dia, NTB memiliki pengalaman menghadapi bencana besar sehingga memahami kebutuhan masyarakat pada fase awal pascagempa.
“Kita ingin hadir menunjukkan solidaritas kepada mereka. Untuk menunjukkan bahwa mereka tidak sendiri. Kita, tetangga mereka, ingin menjadi yang pertama hadir untuk membantu,” kata Iqbal.
Ia mengatakan sekitar satu jam setelah gempa terjadi, dirinya langsung berkomunikasi dengan Gubernur NTT Melki Laka Lena untuk menawarkan bantuan. Komunikasi kemudian dilanjutkan dengan Gubernur Bali Wayan Koster untuk membangun respons bersama melalui kerja sama regional Bali-NTT-NTB.
Iqbal menyebut keberangkatan dalam waktu kurang dari 24 jam juga menjadi uji kesiapsiagaan NTB dalam menghadapi bencana.
“Kalau sesuatu terjadi dengan kita, maka kita sudah membuktikan bahwa dalam 24 jam kita sudah siap untuk melakukan aksi kemanusiaan skala besar,” ujarnya.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB Ahsanul Khaliq mengatakan bantuan yang diberangkatkan terdiri atas 34 ton beras. Sebanyak 10 ton berasal dari PT AMNT, 21 ton dari cadangan pangan Pemprov NTB, dan 3 ton dari Bulog.
Bantuan lainnya berupa sekitar 1.000 dus air mineral, paket pangan dan sandang, obat-obatan, lebih dari 2.000 selimut, terpal, matras, gula, minyak, serta kebutuhan dasar lainnya.
Pemprov NTB juga menyiapkan tambahan logistik di Bima. Pemerintah daerah berkoordinasi dengan ASDP untuk menyiapkan kapal khusus yang membawa bantuan dari Bima menuju pelabuhan yang aman dan terdekat dengan wilayah terdampak.
“Yang hadir saat ini bukan lagi institusi, yang hadir saat ini adalah NTB, satu NTB. Kita bersama-sama hadir untuk saudara kita atas nama NTB dari berbagai komponen,” kata Iqbal.
Dari sektor kesehatan, NTB mengirim sekitar 55 tenaga kesehatan dan tenaga pendukung. Mereka terdiri atas dokter, dokter spesialis, perawat, bidan, apoteker, asisten apoteker, psikolog klinis, tenaga laboratorium, tenaga sanitasi, dan tenaga pendukung lainnya.
Tim berasal dari Dinas Kesehatan NTB, Rumah Sakit Universitas Mataram, Rumah Sakit Kota Mataram, serta sejumlah unsur kesehatan lainnya.
Satu truk logistik medis juga diberangkatkan membawa emergency kit, obat-obatan, dan perlengkapan pelayanan kesehatan. Tim akan menangani korban luka dan trauma akibat gempa sekaligus memberikan dukungan psikologis melalui layanan trauma healing.
Kepala Dinas Kesehatan NTB Lalu Hamzi Fikri mengatakan sebagian tenaga kesehatan akan ditempatkan di rumah sakit, sementara lainnya bergerak secara mobile ke wilayah yang membutuhkan penanganan.
“Tim ini nanti kita tugaskan ada yang di rumah sakit, kemudian ada yang mobile juga, terutama daerah-daerah yang terdampak,” kata Fikri.
Menurut dia, pengalaman NTB menangani gempa 2018 menjadi bekal dalam menyiapkan respons medis di NTT. Penanganan patah tulang, luka, dan trauma menjadi perhatian pada fase awal bencana.
Tim kesehatan diperkirakan bertugas selama enam hingga tujuh hari. Durasi tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan. Sejumlah tenaga serta armada kesehatan dari Pulau Sumbawa juga telah bergerak lebih awal.
Relawan dari komunitas Flobamora di NTB ikut dalam misi tersebut. Mereka membantu komunikasi dan koordinasi karena memahami kondisi medan serta memiliki jejaring masyarakat di NTT.
Sebelum melepas tim, Gubernur Iqbal meminta seluruh personel mengutamakan keselamatan. Ia mengingatkan masih adanya potensi gempa susulan.
“Yang harus selamat, yang harus sehat itu justru teman-teman yang akan membantu. Kalau yang membantu tidak sehat, bagaimana membantu orang lain,” ujarnya.
Bagi NTB, pengiriman bantuan ini bukan sekadar misi kemanusiaan, melainkan bentuk solidaritas antardaerah di kawasan Nusa Tenggara. Kerja sama Bali, NTB, dan NTT diharapkan mempercepat respons dan pemenuhan kebutuhan warga pada masa awal pascabencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....