Jumlah Rumah Warga Rusak akibat Gempa Bumi, Satu Warga Luka
- 15 Agt 2026 16:56 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Bima - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu 15 Agustus 2026 pagi. Gempa tersebut turut dirasakan kuat oleh masyarakat di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Gempa terjadi sekitar pukul 05.58.23 WITA dengan episenter pada koordinat 8,41° Lintang Selatan dan 121,39° Bujur Timur, atau sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, NTT. Gempa tersebut memiliki kedalaman 15 kilometer dan merupakan gempa dangkal akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust.
Berdasarkan laporan awal Pusdalops BPBD Kabupaten Bima hingga pukul 12.30 WITA, guncangan gempa menyebabkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan di beberapa kecamatan.
Kepala BPBD Kabupaten Bima Abdul Muis melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Nurul Huda menerangkan, kerusakan tercatat di Kecamatan Lambitu, Lambu, Woha dan Monta.
Selain kerusakan bangunan, satu warga di Kecamatan Sape juga mengalami luka.
Di Kecamatan Lambitu, Kantor Camat Lambitu mengalami keretakan pada dinding tembok aula sepanjang sekitar tiga meter.
Sementara di Kecamatan Lambu, tepatnya Desa Soro, satu unit rumah panggung 12 tiang milik M. Saleh di RT 003/RW 002, Dusun Moti, roboh dan mengalami kerusakan berat.
Kerusakan juga terjadi di Kecamatan Woha. Di Desa Rabakodo, bagian dapur rumah batu milik M. Nasir di RT 001/RW 01, Dusun Lavendo, roboh dan masuk kategori rusak sedang.
Kondisi serupa terjadi di Desa Tolotangga, Kecamatan Monta. Bagian dapur rumah batu milik Mustamin, warga berusia 72 tahun, roboh akibat guncangan gempa. Rumah tersebut tercatat mengalami kerusakan sedang.
Sementara itu, di Desa Bugis, Kecamatan Sape, seorang warga bernama Damar (21) mengalami luka robek pada bagian kaki. Korban terluka saat terjadi kepanikan akibat guncangan gempa dan kini mendapatkan perawatan di Puskesmas Sape.
"Untuk korban jiwa nihil. Namun terdapat satu warga yang mengalami luka dan sudah mendapatkan penanganan medis," kata Nurul Huda berdasarkan laporan awal BPBD Kabupaten Bima.
Guncangan gempa dirasakan di Kota Bima, Kabupaten Bima hingga Kabupaten Dompu. Getaran dirasakan nyata di dalam rumah, bahkan sejumlah warga merasakan seolah-olah ada truk yang melintas. Jendela dan pintu juga dilaporkan berderik serta dinding bangunan berbunyi.
Selain menimbulkan kerusakan, gempa tersebut sempat memicu kepanikan warga, terutama masyarakat yang berada di wilayah pesisir Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu.
Setelah adanya peringatan dini tsunami, warga di sejumlah desa pesisir melakukan evakuasi mandiri menuju dataran yang lebih tinggi sebagai langkah kewaspadaan.
BPBD Kabupaten Bima menyebut sekitar 300 warga dari Desa Sangia, Desa Poja dan Desa Bugis, Kecamatan Sape, serta warga Desa Lambu, Kecamatan Lambu, melakukan evakuasi mandiri.
BPBD bersama unsur terkait langsung melakukan koordinasi dengan camat, kepolisian, TNI dan pemerintah desa untuk melakukan pemantauan, pendataan, kaji cepat serta penanganan terhadap wilayah yang terdampak.
Dinas Sosial Kabupaten Bima juga telah memberikan bantuan nasi kepada warga yang melakukan evakuasi mandiri di dataran tinggi.
BPBD mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak memasuki bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat gempa karena berpotensi membahayakan keselamatan.
Warga juga diminta tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan.
Masyarakat diminta memperoleh informasi kebencanaan melalui sumber resmi pemerintah daerah dan BMKG serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
Hingga laporan awal tersebut disampaikan, BPBD Kabupaten Bima masih melakukan pendataan dan kaji cepat terhadap kemungkinan adanya dampak lain akibat gempa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....