Pemprov NTB Gerak Cepat Bantu Korban Gempa NTT
- 15 Agt 2026 12:34 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Pemprov NTB bergerak cepat menyiapkan bantuan bagi korban gempa magnitudo 7,7 di Manggarai, NTT, yang akan diberangkatkan Minggu, 16 Agustus 2026.
- Bantuan meliputi peralatan darurat seperti genset, ekskavator, mobil double cabin, dan kebutuhan untuk masa awal bencana.
- Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menegaskan NTB ingin menjadi tetangga terdekat yang hadir membantu NTT bersama Bali.
RRI.CO.ID, Mataram — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bergerak cepat membantu korban gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan ditargetkan mulai diberangkatkan pada Minggu, 16 Agustus pukul 17.00 Wita.
“Sebagai tetangga terdekat kita ingin menunjukkan solidaritas,” kata Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal usai rapat terbatas bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Pendopo Gubernur NTB, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Iqbal mengatakan NTB memahami beratnya situasi pascagempa karena wilayah ini juga kerap menghadapi bencana serupa. Karena itu, NTB ingin menjadi daerah yang paling awal hadir membantu NTT.
Bantuan akan dikirim melalui jalur darat menuju Sape, Kabupaten Bima. Dari Sape, ASDP menyiapkan kapal khusus untuk mengangkut bantuan menuju wilayah terdekat yang aman dari lokasi bencana.
Jenis bantuan masih dalam tahap identifikasi. Namun, Pemprov NTB menyiapkan kebutuhan darurat seperti peralatan pendukung, genset, ekskavator, mobil double cabin, serta kebutuhan lain untuk penanganan masa awal bencana.
“Kita identifikasi apa saja kira-kira yang dibutuhkan, termasuk peralatan, genset, ekskavator, mobil double cabin. Semua akan kita bawa semampu kita,” ujar Iqbal.
Pemprov NTB juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ASDP, komunitas industri jasa keuangan, Himbara, serta komunitas Flobamora di NTB.
Iqbal mengatakan dirinya telah berkomunikasi dengan Gubernur NTT Melki Laka Lena sekitar dua jam setelah gempa. Ia memastikan NTB tidak akan membiarkan NTT menghadapi bencana tersebut sendirian.
“You are not alone. Kami tidak akan meninggalkan Pak Melki. Kita bersaudara, kita akan hadir di sana bersama Bali,” kata Iqbal.
Menurut Iqbal, bantuan pada pekan pertama sangat penting karena kebutuhan dasar korban harus segera dipenuhi sembari menunggu bantuan dari daerah lain yang membutuhkan waktu lebih lama untuk tiba.
Ia juga menegaskan bantuan NTB tidak membedakan asal korban. Warga NTB, NTT, Bali, maupun masyarakat lain yang terdampak akan menjadi sasaran bantuan.
“Yang penting ini adalah seminggu pertama. Kebutuhan yang sangat mendesak adalah untuk survival,” ujarnya.
Berdasarkan komunikasi awal dengan aparat di NTT, Iqbal menerima informasi bahwa kerusakan akibat gempa cukup parah. Bahkan, sekitar 80 hingga 90 persen bangunan di sejumlah lokasi disebut mengalami kerusakan berat hingga runtuh.
Iqbal menilai skala bencana di NTT sudah membutuhkan penanganan tingkat nasional. Sementara untuk wilayah Pulau Sumbawa yang turut merasakan dampak gempa, Pemprov NTB akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten setempat.
“Bencana itu ada skalanya, ada bencana level kabupaten, provinsi, nasional. Kalau yang di NTT ini saya yakin sudah level nasional,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....