Kantor Camat dan Tembok Warga Rusak akibat Gempa Bumi

  • 15 Agt 2026 09:30 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Bima - Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu 15 Agustus 2026 pagi, turut dirasakan kuat hingga Kabupaten Bima, Kota Bima, Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat (NTB).

Guncangan gempa membuat sejumlah warga panik dan berhamburan keluar dari rumah maupun tempat kos. Selain menimbulkan kepanikan, gempa tersebut juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan di Kabupaten Bima.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, Nurul Huda, membenarkan gempa besar tersebut terasa hingga wilayah Bima dan sekitarnya.

Berdasarkan laporan sementara yang diterima BPBD Kabupaten Bima, Kantor Camat Lambitu mengalami keretakan pada bagian dinding akibat guncangan gempa.

Selain itu, tembok atau pagar rumah milik warga di Desa Rabakodo, Kecamatan Woha, dilaporkan roboh setelah diguncang gempa.

“Untuk sementara laporan yang masuk, Kantor Camat Lambitu retak pada dinding dan ada pagar tembok rumah warga yang roboh di Rabakodo, Woha,” ujar Nurul Huda.

BPBD Kabupaten Bima hingga kini masih melakukan pendataan terhadap dampak gempa di sejumlah wilayah. Koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah di setiap kecamatan untuk memastikan kondisi masyarakat serta mengidentifikasi kemungkinan adanya kerusakan lain.

Nurul Huda mengatakan, laporan yang diterima BPBD tersebut masih bersifat sementara. Petugas bersama pemerintah kecamatan terus melakukan pemantauan dan pendataan di lapangan.

Sementara itu, berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 04.58.24 WIB atau 05.58 WITA. Episenter gempa berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, dengan kedalaman 15 kilometer.

Episenter gempa berada pada koordinat 8,41 Lintang Selatan dan 121,39 Bujur Timur. Guncangan yang berlangsung cukup lama membuat warga di sejumlah wilayah Bima panik. Sebagian warga memilih keluar dari bangunan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya guncangan susulan.

BPBD Kabupaten Bima mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan kerusakan bangunan maupun dampak lainnya akibat gempa kepada pemerintah setempat atau petugas terkait.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....